Rss

Sabtu, 14 Mei 2016

IRA

 IRA

            Pada hari kamis saya mengikuti sebuah pengkaderan di salah satu organisasi “SAPMA PP”. Adapun tempat proses pengkaderannya yaitu di jalan biru. Dihari-hari pertama saya sangat bingung karena saya tidak mempunyai kenalan, tapi pas turunnya materi “Retorika”, kebingungan saya langsung hilang karena berkat semangatnya stering comite saya juga ikut semangat.
            Trus dihari kedua, saya langsung mempunyai teman akrab yang bernama Fida dan Mida. Dan dihari itupun materi yang sangat saya sukai semuanya turun dihari itu. Ada materi Keorganisasian, Persidangan, dan Kemahasiswaan. Saya berpikir bahwa saya harus selalu aktif karena materi yang saya sukai semuanya turun. Namun, pas istirahat untuk makan, teman-teman saya semuanya makan. Tapi saya tidak ikut makan karena nasinya terlalu keras, apalagi saya tidak suka makan telur.
            Pas dihari ketiga, semua calon kader semuanya sudah saya kenal. Tapi, dihari itupun semangat saya juga mulai turun entah apa penyebabnya. Turunnya materi Manajement Aksi, disini banyak canda dan tawa gara-gara memperdebatkan tentang bunyi dan suara. Namun, disaat perdebatan itu teman saya yang bernama Rijal dia mengatakan katanya saya tidak konsisten. “Yahh saya santai-santai saja karena kenyataannya memang begitu (hehehe)”
            Tapi turunnya materi Kepemimpinan saya sangat senang karena saya banyak mengerti tentang materi ini. Apalagi stering komitenya suaranya dengan rendah tidak terlalu keras. Itu yang membat saya semangat.

            Nahh.... pas hari pengukuhan disitu saya sangat deg-degan karena pas sampai disana ada senior mengatakan “kita kesini untuk senang-senang”. Tapi, pas saya menuju ke pos-1, saya langsung disuruh jalan bebek. Dalam hati saya berkata “inikah yang namanya senang-senang??”. Pas sampai pos-2 disitu saya sangat sedih karena perkataan yang tidak ingin saya dengarkan ternyata saya dengarkan di pos-2. Kata-katanya yaitu so’ cantik, so’ pintar, dan songong. Sampai-sampai saya keluarkan air mata. Tapi semuanya saya jadikan sebagai ‘Motivasi’ karena saya tau maksud dan tujuan kekerasan dalam pengkaderan ialah untuk melatih mental agar bermental baja, tidak bermental krupuk. Tidak dapat dipungkiri pengkaderan memang erat kaitannya dengan kekerasan-kekerasan yang dimaksud ialah seperti push-up, jalan bebek dan merayap. Saya sadar, saya diperlakukan seperti ini akibat dari kesalahan kelalaian saya, saya tahu pasti ada senior yang tidak suka dengan sifat saya, mungkin karena saya terlalu cerewet atau bahkan saya dikirain membantah. Tapi jujur, saya orangnya tidak cerewet dan saya tidak membantah. Akan tetapi, semakin saya dibentak maka pemikiran saya langsung blank alias kosong.

0 komentar:

Posting Komentar

Movies

Movies Post

Diberdayakan oleh Blogger.

Sports

Music

Business

Games

Video

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Kategori

Movies

News

Latest News

Recent Post