IRA
Pada hari kamis saya mengikuti sebuah pengkaderan di salah satu organisasi
“SAPMA PP”. Adapun tempat proses pengkaderannya yaitu di jalan biru.
Dihari-hari pertama saya sangat bingung karena saya tidak mempunyai kenalan, tapi
pas turunnya materi “Retorika”, kebingungan saya langsung hilang karena berkat
semangatnya stering comite saya juga ikut semangat.
Trus
dihari kedua, saya langsung mempunyai teman akrab yang bernama Fida dan Mida.
Dan dihari itupun materi yang sangat saya sukai semuanya turun dihari itu. Ada
materi Keorganisasian, Persidangan, dan Kemahasiswaan. Saya berpikir bahwa saya
harus selalu aktif karena materi yang saya sukai semuanya turun. Namun, pas
istirahat untuk makan, teman-teman saya semuanya makan. Tapi saya tidak ikut
makan karena nasinya terlalu keras, apalagi saya tidak suka makan telur.
Pas
dihari ketiga, semua calon kader semuanya sudah saya kenal. Tapi, dihari itupun
semangat saya juga mulai turun entah apa penyebabnya. Turunnya materi Manajement
Aksi, disini banyak canda dan tawa gara-gara memperdebatkan tentang bunyi dan
suara. Namun, disaat perdebatan itu teman saya yang bernama Rijal dia
mengatakan katanya saya tidak konsisten. “Yahh saya santai-santai saja karena
kenyataannya memang begitu (hehehe)”
Tapi
turunnya materi Kepemimpinan saya sangat senang karena saya banyak mengerti
tentang materi ini. Apalagi stering komitenya suaranya dengan rendah tidak
terlalu keras. Itu yang membat saya semangat.
Nahh....
pas hari pengukuhan disitu saya sangat deg-degan karena pas sampai disana ada
senior mengatakan “kita kesini untuk senang-senang”. Tapi, pas saya menuju ke
pos-1, saya langsung disuruh jalan bebek. Dalam hati saya berkata “inikah yang
namanya senang-senang??”. Pas sampai pos-2 disitu saya sangat sedih karena
perkataan yang tidak ingin saya dengarkan ternyata saya dengarkan di pos-2.
Kata-katanya yaitu so’ cantik, so’ pintar, dan songong. Sampai-sampai saya
keluarkan air mata. Tapi semuanya saya jadikan sebagai ‘Motivasi’ karena saya
tau maksud dan tujuan kekerasan dalam pengkaderan ialah untuk melatih mental
agar bermental baja, tidak bermental krupuk. Tidak dapat dipungkiri pengkaderan
memang erat kaitannya dengan kekerasan-kekerasan yang dimaksud ialah seperti
push-up, jalan bebek dan merayap. Saya sadar, saya diperlakukan seperti ini
akibat dari kesalahan kelalaian saya, saya tahu pasti ada senior yang tidak
suka dengan sifat saya, mungkin karena saya terlalu cerewet atau bahkan saya
dikirain membantah. Tapi jujur, saya orangnya tidak cerewet dan saya tidak
membantah. Akan tetapi, semakin saya dibentak maka pemikiran saya langsung blank alias kosong.
0 komentar:
Posting Komentar