AKU
DAN 3 HARI INDOOR SAPMA-PP
Hari Pertama
Tepatnya pada hari kamis tanggal 28 April 2016, sesuatu
hal yang baru saya lakukan dalam hidupku, perasaan tegang sulit untuk
dijelaskan. Haruskah aku melangkahkan kaki atau diam ditempat ini karena hal ini
menentukan bagaimana aku kedepannya.
Kuberdiri tegak dan memutuskan dengan tegas, akan
kulangkahkan kaki ini menuju ketempat yang asing belum pernah kudatangi
sebelumnya yaitu KODIM 141 Todopuli untuk mengenal lebih jauh SAPMA PP. Namun
saya hanya sempat mengikuti pembukaan karena masalah pribadi saya harus kembali
ke kampung halaman. Resikonya saya tertinggal satu materi pada hari pertama
indoor.
Hari kedua
Di depan pintu ku disambut hangat dengan senyuman manja
dan penuh bahagia, hatiku terasa tenang dan membuattku semakin percaya bahwa
pilihanku ini insyaallah akan membuatku bahagia. Ini bukan tentang percintaan,
bukan tentang dunia fantasi namun inikah jalan yang harus ku tempuh dan sekali
lagi kuyakin semoga bahagia kudapatkan disini. (hehehhe)
Tepat di dalam ruangan ku lihat di sekelilingku, aku
bertanya dalam hati kenapa laki-laki lebih banyak daripada perempuan?
Kubertanya dalam diam tak ingin pusing dengan hal itu, ku putuskan hanya untuk
duduk dan menunggu siapakah orang yang mampu berbicara didepanku untuk
menyampaikan apa itu SAPMA-PP.
` Pada hari itu jam 9:30 pertama saya
mengikuti materi metode persidangan yang dibawakan oleh kanda A. Anto. Saya
mulai bersemangat karena cara pembawaanya yang begitu tegas dan berkompeten.
Materi selanjutnya pada jam 13.00 keorganisasian yang dibawakan oleh kanda
Irfan Yunus disaat-saat ini saya mulai ngantuk namun dengan sikap tegasnya yang
mengatakan “ saya tidak akan melangkah
ke materi selanjutnya apabila kalian belum memahami”. Sontak mendengar kata-kata
itu rasa ngantuk hilang, kembali fokus dan berkonsentrasi .
Pada saat dimulai materi selanjutnya diadakan evaluasi
materi disini ada pertanyaan dari senior yang bernama kak Sultan. Adapun
pertanyaannya “ siapakah tokoh pendidikan?”. Dengan sedikit pengetahuan yang
saya miliki namun dengan hal itu diantara semua kader saya mampu menjawabnya
dan karena hal itu sebuah penghargaan meskipun dimata orang lain itu hal kecil
tapi sungguh hal itu sangat berarti bagiku. Materi selanjutnya kemahasiswaan
yang dibawakan oleh kanda A. Anas, saat itu saya terasa mulai capek tetapi
untuk menghargai pemateri dan menghargai ilmu yang diberrikan saya berusaha
untuk mendengarkan dengan saksama.
Hari Ketiga
Pada terakhir indoor, pada materi pertama saya tidak
sempat hadir karena saya merasa sedikit pusing. Namun pada materi kedua saya sempatkan
untuk hadr. Adapun materi kedua tentang kepemimpinan dibawakan oleh kanda Asbir
dengan kemampuan bicara yang cukup baik menurut saya, memberikan semangat baru
untuk berusaha menyimak dengan baik. Pada materi terakhir sejarah PP yang
dibawakan oleh kanda A. Irfan Amir, sedikit merasa tidak fokus karena berlalu
cepat. Bukan kesalahan dari pembawa materi namun karena waktu yang singkat memaksakan ia untuk membawakan materi dengan
cepat.
Dari beberapa materi yang sempat membawakan materinya ada
ungkapan pemateri yang sempat membuat saya terkesan. Meskipun saya sedikit saya
lupa, namun sepintas teringat sebagian ungkapannya “ketiga komisariat yang
berkecimpung dengan satu naungan yaitu SAPMA PP memiliki rasa persaudaraan yang
kuat dan saling melengkapi satu sama lain seperti halnya keberadaan Jenderal
Ahmad Yani yang dilengkapi karena Adanya Yos Sudarso dan begitupun dengan
adanya Jenderal Sudirman kedua hal itu bisa ada”.
Sekali Layar Terkembang Surut Kita
Berpantang
0 komentar:
Posting Komentar