Nama : Ernawati
Alamat : Jl. Dr. Wahidin
Mengenal Dikau Melalui 3 hari Indoor... Kuterkesima
Setelah perdebatan antara hati dan pikiran yang begitu
menyesahkan dan melelahkan. Kuputuskan untuk melabuhkan hati, pada ia yang
biasa disebut “SAPMA PP”. Kuhembuskan perlahan-lahan, kumenadahkan tangan,
kupanjatkan doa agar ini menjadi pilihan yang terbaik untuk aku dan bermanfaat
untuk orang lain. Sesuatu yang sangat baru yang terus menjadi pertimbangan,
memutuskan sesuatu harus dengan hati yang bersih dan pikiran yang jernih agar
mampu bertanggung jawab atas segala permasalahan yang akan terjadi.
Waktunya
telah tiba, pada hari kamis pembukaan indoor
yang dilakukan di Korem 141 Toddopuli. Pada saat itu, terasa sesak, tegang,
malu, gelisah,senang, yahh.... rasanya seperti di padang pasir tiba-tiba ada
didalam kulkas. Rasaaa?? Yaaahh..! tak menentu. Namun, ada rasa yang berbeda,
rasa manis-manis gituuhhh..! hehehe.. saat berada tepat dibelakang
senior-senior manis dan keren.
Setelah
selesai pembukaan dilanjutkan pemateri yang pertama di hari pertama yaitu materi “RETORIKA” yang dibawakan oleh kanda
‘ARJUNA’. Tak bisa dipungkiri, aku merasa bodoh karena hanya sepintas saja yang
saya ketahui tentang Retorika. Namun, karena adanya kanda Arjuna yang
menjelaskan sedikit banyaknya tentang Retorika itu dapat menambah
pengetahuanku.
Di hari
kedua, saya mulai merasa santai meski masih ada sedikit rasa malu. Pada hari
itu materi “METODE PERSIDANGAN” yang dibawakan oleh kanda ‘ANDI ANTO’. Masih
terasa fresh karena masih pagi. Terasa lebih mudah untuk memahami, fokus dan
konsentrasi untuk memahami setiap penjelasan yang diberikan. Menurut
pandanganku, cukup luwes, bersahaja, dan tegas.
Selanjutnya
materi “KEORGANISASIAN” yang dibawakan oleh kanda ‘IRFAN YUNUS’. Pada pembawaan
materi ini rasa tegang kembali menghampiri. Sikap yang tegas dengan wajah yang
sangat serius, merasa takut untuk berleha-leha. Namun, itulah caranya untuk
membuat seseorang yang berada didepannya tidak hanya menatap, namun harus
konsentrasi untuk memahami apa yang disampaikan. Setelah itu, waktunya untuk
istirahat, terlintas di benakku untuk bermalas-malasan. Terbayang empuknya
bantal, nyamannya boneka, segarnya air es, dan nikmatnya terlelap dalam tidur.
Khayalku tak jadi kenyataan karena temanku tidak mengerti apa yang sedang ku
khayalkan. Dia menarikku untuk kembali menerima materi, meski pada saat itu
sungguh sangat indah khayalanku. Kembali pada dunia nyata, seharusnya tak boleh
kulakukan hal itu. Kuikuti materi ketiga pada hari kedua yaitu “KEMAHASISWAAN”
yang dibawakan oleh kanda ‘ANDI ANAS’. Malu untuk kuakui entah karena alasan
apa saya lupa bagaimana ia menyampaikan
materi tersebut, jujur lebih baik kan.?
Pada
hari ketiga materi pertama saya tidak hadir, rasa malas melanda. Bukan karena
malas saya pribadi tetapi secara berkelompok, dan didukung dengan keterbatasan
saya mengenai kendaraan. Jadi, mau tidak mau saya tidak pergi. Pada materi
kedua yaitu, “KEPEMIMPINAN” yang dibawakan oleh kanda ‘ASBIR’. Sedikit kecewa
karena pada saat saya semangat dan mulai rakus tentang ilmu tapi karena keadaan
yang tidak memungkinkan, pemateri tidak datang tepat waktu. Jarak yang cukup
jauh antara Bone dan Sengkang mengharuskannya terlambat. Cukup dimengerti dan
dipahami kehidupannya bukan hanya tentang satu hal. Jadi wajar saja saat
memberikan materi sikap tergesa-gesa secara spontan terjadi. Namun, jangan
salah paham, karena seorang mahasiswa seharusnya tidak mengahafal melainkan
memahami.
Selama
tiga hari indoor, suatu hal yang
menjadi pertanyaanku selama ini sebagian sudah terjawab dan sebuah kehormatan
besar bagi saya bisa menjadi anggota dan bagian dari “SAPMA PP”
SEKALI LAYAR
TERKEMBANG SURUT KITA BERPANTANG
0 komentar:
Posting Komentar