PANCASILA
SEBAGAI IDEOLOGI TERBUKA
Makalah ini diajukan sebagai tugas makalah pancasila pada jurusan tarbiyah
prodi MPI
OLEH:
ABDUL SENI
NIM. 02143094
SEKOLAH
TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI (STAIN)
WATAMPONE
2015
KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis panjatlan kehadirat ALLAH SWT
karena atas berkat rahmat, hidayah dan izin-nyalah sehingga penulis dapat
menyelesaikan makalah yang berjudul MENJELASKAN SECARA
PANCASILA SEBAGAI IDEOLOGI TERBUKA
.
Tak lupa pula marilah kita panjatkan salawat dan salam kepada junjungan kita
yaitu nabi muhammad saw beserta keluarga dan para sahabat.
Penulisan
sadar bahwa dalam penulisan makalah ini, banyak mengalami hambatan dan
kesulitan sehingga memberikan pelajaran tersendiri namun, akhirnya penulis
dapat menyelesaikan dengan tepat waktu, dalam menyelesaikan penulisan makalah
penulis mengucapkan terimah kasih kepada
Penulis
berharap semoga makalah ini dapat bermamfaat bagi pembaca terutama sang
penulis, amin yaarobbal alamin.... wassalamu alaikum warahmatulahi wabarakatu
Watampone,20 oktober 2015
Penulis
BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR
BELAKANG
Setiap
bangsa yang ingin berdiri dengan kukuh dan mengetahui jelas arah mana tujuan
yang imgin dicapai sangat memerlukan pandangan hidup. Begitu pula dengan
indonesia yang terdiri atas beranekaragam kebudayaan, suku, agama, ras, dan kebiasaan
memerlukan suatu pandangan hidup bangsa yg sama. Pandangan hidup ini merupakan
payung dalam menjaga integrasi bangsa sehingga keanekaragaman bukan pemecah
belah bangsa,
melainkan pemersatu bangsa
.
Pancasila sebagai azas dalam kehidupan
bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara memberikan rambu-rambu untuk
mempertahankan persatuan dan kesatuan bangsa dan negara.
Seperti yang telah
dijelaskan diatas bahwa setiap bangsa pasti memiliki ideologi yang menjadi ciri
khas dari bangsa itu. Dalam praktiknya, ideologi itu ada yang bersifat terbuka
, dan ada pula yang bersifat tertutup. Dalam hal ini , Pancasila Sebagai Ideologi Terbuka.
Tidak dapat dipungkiri
di era saat ini masih ada segolongan atau sekelompok orang yang mempersoalkan
keberadaan Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara. Maka pada kesempatan
ini sebagai suatu bangsa yang besar perlu merenungkan, memaharni, dan mengkaji
secara mendalam sehingga dapat menerima
dan mengamalkan ideologi Pancasila secara utuh.
B. Rumusan Masalah
1. Apa pengertian
ideologi terbuka?
2.
Bagaimana makna
pancasila sebagai ideologi terbuka?
C . Tujuan
penulisan
- untuk
mengetahui apa yang dimadsud pengertian
ideologi terbuka .
- Untuk
mengetahui makna pancasila sebagai ideologi terbuka
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian
Ideologi Terbuka
Istilah Ideologi berasal
dari kata "idea" yang berarti gagasan, konsep, pengertian dasar,
cita-cita. Dan "logos" yang berarti ilmu. Dalam arti luas,
Ideologi dipergunakan untuk segala kelompok cita-cita, nila-nilai dasar, dan
keyakinan-keyakinan yang mau dijunjung tinggi sebagai pedoman normatif. Dalam
arti sempit Ideologi adalah gagasan-gagasan atau teori yang menyeluruh
tentang makna hidup dan nilai-nilai yang mau menentukan dengan mutlak bagaimana
manusia harus hidup dengan bertindak. Atau, Ideologi
adalah cara hidup atau tingkah laku atau hasil pemikiran yang menunjukkan
sifat-sifat tertentu pada seorang individu atau suatu kelas atau pola pemikiran
mengenai pengembangan pergerakan atau kebudayaan.
Ideologi
terbuka,
merupakan suatu pemikiran yang terbuka. Ciri-cirinya: bahwa nilai-nilai dan
cita-citanya tidak dapat dipaksakan dari luar, melainkan digali dan diambil dari
moral, budaya masyarakat itu sendiri; dasarnya bukan keyakinan ideologis
sekelompok orang, melainkan hasil musyawarah dari konsensus masyarakat
tersebut; nilai-nilai itu sifatnya dasar, secara garis besar saja sehingga
tidak langsung operasional.
Ideologi terbuka adalah ideologi
yang dapat berinteraksi dengan perkembangan zaman dan adanya dinamika secara
internal. Sumber semangat ideologi terbuka itu sebenarnya terdapat dalam
Penjelasan Umum UUD 1945, yang menyatakan, “... terutama bagi negara baru dan negara
muda, lebih baik hukum dasar yang tertulis itu hanya memuat aturan-aturan
pokok, sedangkan aturan-aturan yang menyelenggarakan aturan pokok itu
diserahkan kepada undang-undang yang lebih mudah cara membuatnya, mengubahnya
dan mencabutnya“.
Ideologi terbuka adalah ideologi yang tidak
dimutlakkan. Ideologi macam ini memiliki ciri- ciri sebagai berikut:
1.
Merupakan kekayaan rohani, moral, dan budaya masyarakat
(falsafah). Jadi, bukan keyakinan ideologis sekelompok orang melainkan
kesepakatan masyarakat.
2.
Tidak diciptakan oleh negara, tetapi ditemukan dalam
masyarakat sendiri, ia adalah milik seluruh rakyat, dan bisa digali dan
ditemukan dalam kehidupan mereka.
3.
Isinya tidak langsung operasional. Sehingga, setiap generasi
baru dapat dan perlu menggali kembali falsafah tersebut dan kembali mencari
implikasinya dalam situasi kekinian mereka.
4.
Tidak pernah memperkosa kebebasan dan tanggung jawab
masyarakat, melainkan menginspirasi masyarakat untuk berusaha hidup bertanggung
jawab sesuai dengan falsafah itu.
5.
Menghargai pluralitas, sehingga dapat diterima warga
masyarakat yang berasal dari berbagai latar belakang budaya dan agama.
Bertolak dari ciri-ciri diatas, bisa
dikatakan bahwa Pancasila memenuhi semua persyaratan sebagai ideologi terbuka.
Hal ini dijelaskan, pertama, Pancasila adalah pandangan hidup yang berakar pada
kesadaran masyarakat Indonesia. Kedua, Isi Pancasila tidak langsung operasional
artinya kelima nilai dasar Pancasila itu berfungsi sebagai acuan dan dapat
ditafsirkan untuk mencari implikasinya dalam kehidupan nyata. Ketiga, Pancasila
bukan ideologi yang memperkosa kebebasan dan tanggung jawab masyarakat.
Keempat, Pancasila juga bukan ideologi totaliter dan kelima, Pancasila
menghargai pluralitas.
Meskipun Pacasila memiliki watak
sebagai ideologi terbuka, harus diakui bahwa Pancasila pernah dijadikan sebagai
ideologi tertutup. Pada masa orde baru Pancasila digunakan penguasa sebagai
cara untuk melakukan tipu daya guna menyembunyikan, kepentingan, mendapatkan
serta mempertahankan kekuasaan. Pengalaman itu memberikan pelajaran berharga
bagi bangsa Indonesia ketika dijadikan sebagai ideologi tertutup, Pancasila
cenderung kehilangan daya tarik dan relevansinya.
B. Makna
Pancasila Sebagai ideologi terbuka
1. Pancasila
Sebagai Ideologi terbuka
Menurut
Ir. Soekarno pancasila adalah isi jiwa bangsa indonesia yang turun temurun
sekian abad lamanya terpendam bisu oleh kebudayaan barat. Dengan demikian
pancasila tidak saja falsafah negara,
tetapi lebih luas lagi, yakni falsafah bangsa indonesia. Fungsi pancasila untuk
memberikan orientasi ke depan telah menuntut bangsa indonesia untuk menyadari
situasi yang di hadapinya. Kemajuan ilmu pengetahuan, kecanggihan tekhnologi,
dan sarana komunikasi yang semakin modern membuat dunia semakin kecil dan
menguatnya interdenpendensi di kalangan bangsa-bangsa di dunia. Bangsa
indonesia yang sedang sibuk membangun dan berupaya memecahkan masalah
kemiskinan dan kesenjangan sosial, mau tidak mau harus terlibat dalam jaringan
politik dunia yang semakin dipengaruhi oleh kekuatan-kekuatan ekonomi raksasa.
Hal ini menunjukkan bahwa bangsa Indonesia dihadapkan pada tantangan, yaitu
tantangan untuk memiliki cara hidup serta tingkat kehidupan yang wajar secara
manusiawi dan adil.
Tantangan
hanya bisa diatasi jika bangsa Indonesia tetap mempertahankan identitasnya
dalam ikatan persatuan dan mampu mengembangkan dinamikanya agar mampu bersaing
denga bangsa –bangsa lain. Dinamika tersebut bergantung pada kemampuan untuk
mengadakan adaptasi terhadap proses kehidupan yang baru dan menjalankan inovasi
untuk menciptakan kualitas kerja dan kualitas produk yang baik. Daya saing
masyarakat hanya akan meningkat jika selalu dipupuk sikap yg rasional dan
kritis serta kreativitas di kalangan masyarakar.
Dalam
menjawab tantangan tersebut, pancasila perlu tampil sebagai ideologi terbuka
karena ketertutupan hanya membawa pada kemandegan. Keterbukaan bukan berarti
mengubah nila-nilai dasar pancasila, melainkan mengeksplisitkan wawasannya
secara lebih kongkret sehingga memiliki kemampuan untuk memecahkan
masalah-masalah baru.ideologi ini tidak dipaksakan dari luar, tetapi terbentuk
atas kesepakatan masyarakat sehingga merupakan milik masyarakat. Sebaliknya , ideologi tertutup memutlkan
pandangan secara totaliter sehingga masyarakat tidak munkin memilikinya. Dalam
ideologi tertutup, masyarakat dan martabat manusia akan dikorbankan, beda halnya dengan ideologi terbuka yang
didalamnya terdapat cita-cita dan nilai-nilai yang bersifat mendasar dan tidak
langsung bersifat operasional.
Terdapat
beberapa dimensi yang menunjukkan ciri khas dalam ideologi pancasila, yaitu
sebagai berikut:
a. Dimensi
Teologis
Dimensi
yang menunjukkan bahwa pembangunan mempunyai tujuan, yaitu mewujudkan cita-cita
proklamasi 1945. Hidup bukanlah ditentukan oleh nasib, tetapi bergantung pada
rahmat Tuhan yang maha esa dan usaha manusia. Oleh karena itu, manusia harus
mampu mewujudkan cita-cita, semangat, niat ataupun tekadnya kr dalam kenyataan
dengan daya kreasinya.
b. Dimensi
etis
Dimensi
yang menunjukan bahwa dalam pancasila, manusia dan martabat manusia mempunyai
kedudukan yang sentral. Seluruh proses pembangunan diarahkan untuk meningkatkan
derajat manusia. Artinya, pembangunan yang manusiawi harus harus mewujudkan
keadilan masyrakat dalam berbagai aspek kehidupanya diserta tanggung jawab atas
usaha dan pilihan yg ditentukanya.
c. Dimensi
integral-interaktif
Dimensi
yang menenpatkan manusia tidak secara individualis, tetapo dalam konteks
strukturnya . oleh karena itu, manusia harus dilihat dalam keseluruhan sistem
yang meliputi masyarakat, dunia,dan lingkungannya.
Berdasarkan
hal tersebut, pancasila sebagai ideologi terbuka akan terwujuf jika hal-hal
berikut ini dilaksanakan secara optimal.
1. Perlunya
dinamisasi kehidupan masyarakat agar tumbuh mekanisme sosial yang mampu
menanggapi permasalahan dengan daya-daya inovasi ,kreasi, dan kompetisi.
2. Perlunya demokratisasi masyarakat yang mampu
membentuk setiap warga negara menjadi dewasa dan mampu bertindak berdasarkan
keputusan dan tanggung jawab pribadi.
3. Perlu
terjadinya fungsionalisasi atau refungsionalisasi lembaga-lembaga pemerintah
dengan lembaga-lembaga masyarakat.suatu sistem kehidupan mempunyai
bagian-bagian yang menjalankan fungsinya masing-masing. Tidak berfungsinya satu
bagian akan menggangu kelancaran seluruh sistem. Selain itu, beban yang
berlebihan pada satu bagian akan menggangu arus gerak sistem secara
keseluruhan. Oleh karena itu, diperlukan kooperasi dan koordinasi antara
bagian-bagian sistem masyarakat.
4. Perlu
dilaksanakan institusionalisasi nilai-nilai yang membuat seluruh mekanisme
masyarakat berjalan dengan wajar dan sehat. Kekuatan dan dinamika kehidupan
masyarakat tercipta bukan hanya dalam penghayatan nilai-nilai yang
luhur,melainkan harus disertai dengan pelembagaan nilai-nilai luhur tersebut
dalam berbagai kehidupan.
BAB III
A.
Kesimpulan
Istilah Ideologi berasal
dari kata "idea" yang berarti gagasan, konsep, pengertian dasar,
cita-cita. Dan "logos" yang berarti ilmu. Dalam arti luas,
Ideologi dipergunakan untuk segala kelompok cita-cita, nila-nilai dasar, dan
keyakinan-keyakinan yang mau dijunjung tinggi sebagai pedoman normatif. Dalam
arti sempit Ideologi adalah gagasan-gagasan atau teori yang menyeluruh
tentang makna hidup dan nilai-nilai yang mau menentukan dengan mutlak bagaimana
manusia harus hidup dengan bertindak.
Pancasila sebagai ideologi
terbuka karena ketertutupan hanya membawa pada kemandegan. Keterbukaan bukan
berarti mengubah nila-nilai dasar pancasila, melainkan mengeksplisitkan
wawasannya secara lebih kongkret sehingga memiliki kemampuan untuk memecahkan
masalah-masalah baru. ideologi
ini tidak dipaksakan dari luar, tetapi terbentuk atas kesepakatan masyarakat
sehingga merupakan milik masyarakat
B. Saran
Dengan disusunnya makalah ini, maka pembaca atau
mahasiswa dapat mengerti dan memahami pancasila
sebagai ideologi terbuka. Makalah ini dapat di terima dan di mengerti serta berguna bagi pembaca
atau mahasiswa, dalam makalah ini kami mohon maaf jika ada tulisan kami atau
bahasa kami kurang berkenang, dengan demikian kami mengharapkan kritik dan
saran atas tulisan kami agar bias membangun dan memotivasi agar kami membuat
tulisan lebih baik lagi.
DAFTAR
PUSTAKA
http://www.munirah-amran.blogspot.id/2013/03/pancasila-sebagai-ideologi-
terbuka.html diakses pada
jum’at, 23 oktober 2015
Nuryadi,
Pendidikan Kewarganegaraan Untuk Kelas
XII SMA, cet II; Bandung: Grafindo Media Pratama, 2008.
0 komentar:
Posting Komentar