Rss

Rabu, 28 Oktober 2015

PANCASILA SEBAGAI IDEOLOGI TERBUKA


 

PANCASILA SEBAGAI IDEOLOGI TERBUKA

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


Makalah ini diajukan sebagai tugas makalah pancasila pada jurusan tarbiyah prodi MPI

 

 

 

 

OLEH:

 

ABDUL SENI

NIM. 02143094

 

 

 

SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI (STAIN)

WATAMPONE

2015

 

 

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatlan kehadirat ALLAH SWT karena atas berkat rahmat, hidayah dan izin-nyalah sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah yang berjudul MENJELASKAN SECARA PANCASILA SEBAGAI IDEOLOGI TERBUKA

. Tak lupa pula marilah kita panjatkan salawat dan salam kepada junjungan kita yaitu nabi muhammad saw beserta keluarga dan para sahabat.

Penulisan sadar bahwa dalam penulisan makalah ini, banyak mengalami hambatan dan kesulitan sehingga memberikan pelajaran tersendiri namun, akhirnya penulis dapat menyelesaikan dengan tepat waktu, dalam menyelesaikan penulisan makalah penulis mengucapkan terimah kasih kepada

Penulis berharap semoga makalah ini dapat bermamfaat bagi pembaca terutama sang penulis, amin yaarobbal alamin.... wassalamu alaikum warahmatulahi wabarakatu

           

 

 

 

Watampone,20 oktober 2015

                       

Penulis

 

BAB I

PENDAHULUAN

A.    LATAR BELAKANG

            Setiap bangsa yang ingin berdiri dengan kukuh dan mengetahui jelas arah mana tujuan yang imgin dicapai sangat memerlukan pandangan hidup. Begitu pula dengan indonesia yang terdiri atas beranekaragam kebudayaan, suku, agama, ras, dan kebiasaan memerlukan suatu pandangan hidup bangsa yg sama. Pandangan hidup ini merupakan payung dalam menjaga integrasi bangsa sehingga keanekaragaman bukan pemecah belah bangsa, melainkan pemersatu bangsa . Pancasila sebagai azas dalam kehidupan  bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara memberikan rambu-rambu untuk mempertahankan persatuan dan kesatuan bangsa dan negara.

Seperti  yang telah dijelaskan diatas bahwa setiap bangsa pasti memiliki ideologi yang menjadi ciri khas dari bangsa itu. Dalam praktiknya, ideologi itu ada yang bersifat terbuka , dan ada pula yang bersifat tertutup. Dalam  hal ini , Pancasila Sebagai Ideologi Terbuka. Tidak dapat dipungkiri di era saat ini masih ada segolongan atau sekelompok orang yang mempersoalkan keberadaan Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara. Maka pada kesempatan ini sebagai suatu bangsa yang besar perlu merenungkan, memaharni, dan mengkaji secara mendalam  sehingga dapat menerima dan mengamalkan ideologi Pancasila secara utuh.

B.     Rumusan Masalah

1.      Apa pengertian ideologi terbuka?

2.      Bagaimana makna pancasila sebagai ideologi terbuka?

 

C .  Tujuan penulisan

  1. untuk mengetahui apa yang dimadsud pengertian ideologi terbuka .
  2. Untuk mengetahui makna pancasila sebagai ideologi terbuka

 

 

 

BAB II

PEMBAHASAN

A.    Pengertian Ideologi Terbuka

 Istilah Ideologi berasal dari kata "idea" yang berarti gagasan, konsep, pengertian dasar, cita-cita. Dan "logos" yang berarti ilmu. Dalam arti luas, Ideologi dipergunakan untuk segala kelompok cita-cita, nila-nilai dasar, dan keyakinan-keyakinan yang mau dijunjung tinggi sebagai pedoman normatif. Dalam arti sempit Ideologi adalah gagasan-gagasan atau teori yang menyeluruh tentang makna hidup dan nilai-nilai yang mau menentukan dengan mutlak bagaimana manusia harus hidup dengan bertindak. Atau, Ideologi adalah cara hidup atau tingkah laku atau hasil pemikiran yang menunjukkan sifat-sifat tertentu pada seorang individu atau suatu kelas atau pola pemikiran mengenai pengembangan pergerakan atau kebudayaan.

Ideologi terbuka, merupakan suatu pemikiran yang terbuka. Ciri-cirinya: bahwa nilai-nilai dan cita-citanya tidak dapat dipaksakan dari luar, melainkan digali dan diambil dari moral, budaya masyarakat itu sendiri; dasarnya bukan keyakinan ideologis sekelompok orang, melainkan hasil musyawarah dari konsensus masyarakat tersebut; nilai-nilai itu sifatnya dasar, secara garis besar saja sehingga tidak langsung operasional.

Ideologi terbuka adalah ideologi yang dapat berinteraksi dengan perkembangan zaman dan adanya dinamika secara internal. Sumber semangat ideologi terbuka itu sebenarnya terdapat dalam Penjelasan Umum UUD 1945, yang menyatakan, “... terutama bagi negara baru dan negara muda, lebih baik hukum dasar yang tertulis itu hanya memuat aturan-aturan pokok, sedangkan aturan-aturan yang menyelenggarakan aturan pokok itu diserahkan kepada undang-undang yang lebih mudah cara membuatnya, mengubahnya dan mencabutnya“.

Ideologi terbuka adalah ideologi yang tidak dimutlakkan. Ideologi macam ini memiliki ciri- ciri sebagai berikut:

1.      Merupakan kekayaan rohani, moral, dan budaya masyarakat (falsafah). Jadi, bukan keyakinan ideologis sekelompok orang melainkan kesepakatan masyarakat.

2.      Tidak diciptakan oleh negara, tetapi ditemukan dalam masyarakat sendiri, ia adalah milik seluruh rakyat, dan bisa digali dan ditemukan dalam kehidupan mereka.

3.      Isinya tidak langsung operasional. Sehingga, setiap generasi baru dapat dan perlu menggali kembali falsafah tersebut dan kembali mencari implikasinya dalam situasi kekinian mereka.

4.      Tidak pernah memperkosa kebebasan dan tanggung jawab masyarakat, melainkan menginspirasi masyarakat untuk berusaha hidup bertanggung jawab sesuai dengan falsafah itu.

5.      Menghargai pluralitas, sehingga dapat diterima warga masyarakat yang berasal dari berbagai latar belakang budaya dan agama.

 

Bertolak dari ciri-ciri diatas, bisa dikatakan bahwa Pancasila memenuhi semua persyaratan sebagai ideologi terbuka. Hal ini dijelaskan, pertama, Pancasila adalah pandangan hidup yang berakar pada kesadaran masyarakat Indonesia. Kedua, Isi Pancasila tidak langsung operasional artinya kelima nilai dasar Pancasila itu berfungsi sebagai acuan dan dapat ditafsirkan untuk mencari implikasinya dalam kehidupan nyata. Ketiga, Pancasila bukan ideologi yang memperkosa kebebasan dan tanggung jawab masyarakat. Keempat, Pancasila juga bukan ideologi totaliter dan kelima, Pancasila menghargai pluralitas.

Meskipun Pacasila memiliki watak sebagai ideologi terbuka, harus diakui bahwa Pancasila pernah dijadikan sebagai ideologi tertutup. Pada masa orde baru Pancasila digunakan penguasa sebagai cara untuk melakukan tipu daya guna menyembunyikan, kepentingan, mendapatkan serta mempertahankan kekuasaan. Pengalaman itu memberikan pelajaran berharga bagi bangsa Indonesia ketika dijadikan sebagai ideologi tertutup, Pancasila cenderung kehilangan daya tarik dan relevansinya.

 

B.     Makna Pancasila Sebagai ideologi terbuka

1.      Pancasila Sebagai Ideologi terbuka

Menurut Ir. Soekarno pancasila adalah isi jiwa bangsa indonesia yang turun temurun sekian abad lamanya terpendam bisu oleh kebudayaan barat. Dengan demikian pancasila  tidak saja falsafah negara, tetapi lebih luas lagi, yakni falsafah bangsa indonesia. Fungsi pancasila untuk memberikan orientasi ke depan telah menuntut bangsa indonesia untuk menyadari situasi yang di hadapinya. Kemajuan ilmu pengetahuan, kecanggihan tekhnologi, dan sarana komunikasi yang semakin modern membuat dunia semakin kecil dan menguatnya interdenpendensi di kalangan bangsa-bangsa di dunia. Bangsa indonesia yang sedang sibuk membangun dan berupaya memecahkan masalah kemiskinan dan kesenjangan sosial, mau tidak mau harus terlibat dalam jaringan politik dunia yang semakin dipengaruhi oleh kekuatan-kekuatan ekonomi raksasa. Hal ini menunjukkan bahwa bangsa Indonesia dihadapkan pada tantangan, yaitu tantangan untuk memiliki cara hidup serta tingkat kehidupan yang wajar secara manusiawi dan adil.

Tantangan hanya bisa diatasi jika bangsa Indonesia tetap mempertahankan identitasnya dalam ikatan persatuan dan mampu mengembangkan dinamikanya agar mampu bersaing denga bangsa –bangsa lain. Dinamika tersebut bergantung pada kemampuan untuk mengadakan adaptasi terhadap proses kehidupan yang baru dan menjalankan inovasi untuk menciptakan kualitas kerja dan kualitas produk yang baik. Daya saing masyarakat hanya akan meningkat jika selalu dipupuk sikap yg rasional dan kritis serta kreativitas di kalangan masyarakar.

Dalam menjawab tantangan tersebut, pancasila perlu tampil sebagai ideologi terbuka karena ketertutupan hanya membawa pada kemandegan. Keterbukaan bukan berarti mengubah nila-nilai dasar pancasila, melainkan mengeksplisitkan wawasannya secara lebih kongkret sehingga memiliki kemampuan untuk memecahkan masalah-masalah baru.ideologi ini tidak dipaksakan dari luar, tetapi terbentuk atas kesepakatan masyarakat sehingga merupakan milik masyarakat.  Sebaliknya , ideologi tertutup memutlkan pandangan secara totaliter sehingga masyarakat tidak munkin memilikinya. Dalam ideologi tertutup, masyarakat dan martabat manusia akan dikorbankan,  beda halnya dengan ideologi terbuka yang didalamnya terdapat cita-cita dan nilai-nilai yang bersifat mendasar dan tidak langsung bersifat operasional.

Terdapat beberapa dimensi yang menunjukkan ciri khas dalam ideologi pancasila, yaitu sebagai berikut:

a.       Dimensi Teologis

Dimensi yang menunjukkan bahwa pembangunan mempunyai tujuan, yaitu mewujudkan cita-cita proklamasi 1945. Hidup bukanlah ditentukan oleh nasib, tetapi bergantung pada rahmat Tuhan yang maha esa dan usaha manusia. Oleh karena itu, manusia harus mampu mewujudkan cita-cita, semangat, niat ataupun tekadnya kr dalam kenyataan dengan daya kreasinya.

b.      Dimensi etis

Dimensi yang menunjukan bahwa dalam pancasila, manusia dan martabat manusia mempunyai kedudukan yang sentral. Seluruh proses pembangunan diarahkan untuk meningkatkan derajat manusia. Artinya, pembangunan yang manusiawi harus harus mewujudkan keadilan masyrakat dalam berbagai aspek kehidupanya diserta tanggung jawab atas usaha dan pilihan yg ditentukanya.

c.       Dimensi integral-interaktif

Dimensi yang menenpatkan manusia tidak secara individualis, tetapo dalam konteks strukturnya . oleh karena itu, manusia harus dilihat dalam keseluruhan sistem yang meliputi masyarakat, dunia,dan lingkungannya.

 

Berdasarkan hal tersebut, pancasila sebagai ideologi terbuka akan terwujuf jika hal-hal berikut ini dilaksanakan secara optimal.

1.    Perlunya dinamisasi kehidupan masyarakat agar tumbuh mekanisme sosial yang mampu menanggapi permasalahan dengan daya-daya inovasi ,kreasi, dan kompetisi.

2.     Perlunya demokratisasi masyarakat yang mampu membentuk setiap warga negara menjadi dewasa dan mampu bertindak berdasarkan keputusan dan tanggung jawab pribadi.

3.    Perlu terjadinya fungsionalisasi atau refungsionalisasi lembaga-lembaga pemerintah dengan lembaga-lembaga masyarakat.suatu sistem kehidupan mempunyai bagian-bagian yang menjalankan fungsinya masing-masing. Tidak berfungsinya satu bagian akan menggangu kelancaran seluruh sistem. Selain itu, beban yang berlebihan pada satu bagian akan menggangu arus gerak sistem secara keseluruhan. Oleh karena itu, diperlukan kooperasi dan koordinasi antara bagian-bagian sistem masyarakat.

4.    Perlu dilaksanakan institusionalisasi nilai-nilai yang membuat seluruh mekanisme masyarakat berjalan dengan wajar dan sehat. Kekuatan dan dinamika kehidupan masyarakat tercipta bukan hanya dalam penghayatan nilai-nilai yang luhur,melainkan harus disertai dengan pelembagaan nilai-nilai luhur tersebut dalam berbagai kehidupan.

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB III

A.    Kesimpulan

 Istilah Ideologi berasal dari kata "idea" yang berarti gagasan, konsep, pengertian dasar, cita-cita. Dan "logos" yang berarti ilmu. Dalam arti luas, Ideologi dipergunakan untuk segala kelompok cita-cita, nila-nilai dasar, dan keyakinan-keyakinan yang mau dijunjung tinggi sebagai pedoman normatif. Dalam arti sempit Ideologi adalah gagasan-gagasan atau teori yang menyeluruh tentang makna hidup dan nilai-nilai yang mau menentukan dengan mutlak bagaimana manusia harus hidup dengan bertindak.

Pancasila sebagai ideologi terbuka karena ketertutupan hanya membawa pada kemandegan. Keterbukaan bukan berarti mengubah nila-nilai dasar pancasila, melainkan mengeksplisitkan wawasannya secara lebih kongkret sehingga memiliki kemampuan untuk memecahkan masalah-masalah baru. ideologi ini tidak dipaksakan dari luar, tetapi terbentuk atas kesepakatan masyarakat sehingga merupakan milik masyarakat

B.     Saran

Dengan disusunnya makalah ini, maka pembaca atau mahasiswa dapat mengerti dan memahami pancasila sebagai ideologi terbuka. Makalah ini dapat di terima  dan di mengerti serta berguna bagi pembaca atau mahasiswa, dalam makalah ini kami mohon maaf jika ada tulisan kami atau bahasa kami kurang berkenang, dengan demikian kami mengharapkan kritik dan saran atas tulisan kami agar bias membangun dan memotivasi agar kami membuat tulisan lebih baik lagi.

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA


Nuryadi, Pendidikan Kewarganegaraan Untuk Kelas XII SMA, cet II; Bandung: Grafindo                Media Pratama, 2008.

 

 

 

 

0 komentar:

Posting Komentar

Movies

Movies Post

Diberdayakan oleh Blogger.

Sports

Music

Business

Games

Video

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Kategori

Movies

News

Latest News

Recent Post