Rss

Senin, 25 Januari 2016

Cara Membuat LPJ Kegiatan Beserta Contohnya



Pengertian Laporan Kegiatan
Laporan kegiatan adalah suatu ikhtisar tentang hal ikhwal pelaksana suatu kegiatan, yang harus disampaikan oleh pembina kepada pihak yang memberi tugas sebagai pertanggungjawaban.
Pentingnya Laporan Kegiatan
Laporan kegiatan merupakan alat yang penting untuk :
  1. Dasar penentuan kebijakan dan pengarahan pimpinan.
  2. Bahan penyusunan rencana kegiatan berikutnya.
  3. Mengetahui perkembangan dan proses peningkatan kegiatan.
  4. Data sejarah perkembangan satuan yang bersangkutan dan lain-lain.

Macam Laporan Kegiatan
  1. Ditinjau dari cara penyampaian, terdapat :
1) Laporan lisan, disampaikan secara lesan, biasanya dilakukan hal-hal yang perlu segera disampaikan laporan lisan dapat dengan tatap muka, lewat telepon , wawancara dan sebagainya.
2) Laporan tertulis, disampaikan secara lengkap dalam bentuk tulisan.
  1. Ditinjau dari bahasa yang digunakan, terdapat :
1) Laporan yang ditulis secara populer, yang menggunakan kata-kata sederhana, kadang-kadang diselingi dengan kalimat humor / lucu.
2) Laporan yang ditulis secara ilmiah, sebagai hasil peneliti. Biasanya isinya singkat tetapi padat dan sistimatis serta logis.
  1. Ditinjau dari isinya, dapat dibedakan :
1) Laporan kegiatan, misalnya pelaksanaan perkemahan, pelaksanaan ujian SKU, SKK, Pramuka Garuda.
2) Laporan perjalanan, misalnya laporan wisata, pengembaraan, penjelejahan dan sebagainya.
3) Laporan keuangan, menyangkut masalah penerimaan dan penggunaan uang.
Sistimatika Laporan
Hendaknya laporan lengkap, dapat menjawab semua pertanyaan mengenai : apa ( what ), mengapa ( why ), siapa ( Who ), dimana ( where ), kapan ( when ), bagaimana ( how ).
Urutan isi laporan sebaiknya diatur, sehingga penerima laporan dapat mudah memahami. Urutan isi laporan antara lain sebagai berikut :
  1. 1. Pendahuluan
Pada pendahuluan disebutkan tentang :
  1. Latar belakang kegiatan.
  1. 2. Isi Laporan
Pada bagian ini dimuat segala sesuatu yang ingin dilaporkan antara lain :
  1. Jenis kegiatan.
  2. Tempat dan waktu kegiatan.
  3. Peserta kegiatan.
  4. Kesulitan dan hambatan.
  5. Hasil kegiatan.
  6. Kesimpulan dan saran penyempurnaan kegiatan yang akan datang.
  1. 3. Penutup
Pada kegiatan ini ditulis ucapan terima kasih kepada yang telah membantu penyelenggaraan kegiatan itu, dan permintaan maaf bila ada kekurangan-kekurangan. Juga dengan maksud apa laporan itu dibuat.
Hal-hal yang perlu diperhatikan
Laporan diusahakan agar :
  1. Singkat dan padat.
  2. Runtut atau sistimatis.
  3. Mudah dipahami isinya.
  4. Isinya lengkap.
  5. Menarik penyajiannya.
  6. Berpegangan pada fakta, data dan persoalannya.
  7. Tepat pada waktunya.
Contoh
LAPORAN  PERTANGGUNG JAWABAN KEGIATAN PELATIHAN TINGGKAT PRATAMA ANKATAN KE-4 SAPMA PEMUDA PANCASILA KOMISARIAT JENDERAL AHMAD YANI KAB BONE.
BAB I
PENDAHULUAN
Pengkaderan berarti proses bertahap dan terus-menerus sesuai tingkatan, capaian, situasi dan kebutuhan tertentu yang memungkinkan seorang kader dapat mengembangkan potensi akal, kemampuan fisik, dan moral sosialnya. Sehingga, kader dapat membantu orang lain dan dirinya sendiri untuk memperbaiki keadaan sekarang dan mewujudkan masa depan yang lebih baik sesuai dengan cita-cita yang diidealkan, nilai-nilai yang di yakini serta misi perjuangan yang diemban. Sistem Pengkaderan yaitu totalitas upaya pembelajaran yang dilakukan secara terarah, terencana, sistemik, terpadu, berjenjang dan berkelanjutan untuk mengembangkan potensi, mengasah kepekaan, melatih sikap, memperkuat karakter, mempertinggi harkat danmartabat, memperluas wawasan, dan meningkatkan kecakapan agar menjadi manusia yang beradab, berani, santun, berkarakter, terampil, loyal, peka, mampu dan gigih menjalankan roda organisasi dalam segala upaya pencapaian cita-cita dan tujuan perjuangannya. Oleh karena itu, pengakaderan merupakan hal penting bagi sebuah organisasi, karena merupakan inti dari kelanjutan perjuangan organisasi ke depan. Pengkaderan adalah sebuah keniscayaan mutlak membangun struktur kerja yang mandiri dan berkelanjutan.
SAPMA PP KOM Jenderal Ahmad Yani  melakukan kegiatan ini karena kami sadar bahwa Kaderisasi bisa diibaratkan sebagai jantungnya sebuah organisasi karena merupakan inti dari kelajutan perjuangan organisasi ke depan. Tanpa adanya kaderisasi rasanya sulit dibayangkan suatu organisasi mampu bergerak maju dan dinamis. Hal ini karena kaderisasilah yang menciptakan embrio – embrio baru yang nantinya akan memegang tongkat estafet perjuangan organisasi. Kaderisasi berusaha menciptakan kader yang bukan hanya hebat dalam mengerjakan suatu program, tapi lebih dari itu. Kaderisasi haruslah mampu menciptakan kader yang memiliki jiwa pemimpin, memiliki emosi yang terkontrol, kreatif dan mampu menjadi pemberi solusi untuk setiap permasalahan serta yang terpenting mampu dan pantas nantinya menjadi seorang teladan bagi anggotanya. Seperti hukum alam akan adanya suatu siklus, dimana semua proses pasti akan terus berulang dan terus berganti.
“Bung Hatta pernah bertutur mengenai kaderisasi, ”Bahwa kaderisasi sama artinya dengan menanam bibit. Untuk menghasilkan pemimpin bangsa di masa depan, pemimpin pada masanya harus menanam.”

BAB II
Maksud dan Tujuan
a.       Maksud
Kegiatan ini bermaksud untuk melaksankan program kerja wajib dari bidang keorganisasia dan kaderasasi SAPMA PP KOM Jenderal Ahmad Yani
b.      Tujuan
Kegiatan ini bertujuan
1.      Menciptkan kader-kader yang memiliki jiwa korsa yang tinggi
2.      Menciptakan kader-kader yang loyal terhadap organisasi

BAB III
Nama Kegiatan:
Pelatihan Tingkat Pratama Ankatan Ke-4 SAPMA PP Komisariat Jenderal Ahmad Yani Kab. Bone
BAB IV
Tema Kegiatan
Menciptakan Kader Yang Berjiwa Loyal dan Korsa Yang Besar Terhadap Organisasi
BAB V
Pelaksanaan
1.       WAKTU
-          Indoor: kamis- sabtu 23-25 februari 2015
-          Outdor:minggu 26 Februari 2015
2.     TEMPAT
-          Indoor: MABES PP Jl. Kalimantan
-          Outdoor: palakka
BAB VI
Susunan Kepanitiaan
(terlampir 1)
BAB VI
Rincian Anggaran
(terlampir 2)
BAB VII
Hasil Kegiatan
                         Kegiatan ini menghasilkan 15 kader  10 diantaranya berjenis kelamin perempuan dan 5 diantaranya adalah laki-laki
BAB VIII
HAMBATAN
1.      Kurangnya komunikasi antar panitia dalam menghadapi peserta
2.      Peserta yang tidak mampu konsekuen dengan jadwal
3.      Perubahan acara yang mendadak
4.      Kurangnya perangkat pendukung yang diperlukan dalam kegiatan

BAB XIV
SARAN
1.      Memperbaiki komuikasi antar panitia agar saling bekerja sama dan mendukung sesama
2.      Panitia hendaknya memunyai rencana cadangan dengan segala kemungkinan
3.      Mempersiapkan perangkat yang mungkin diperlukan guna kelancaran kegiatan
4.      Penerapan sanksi pada peserta jika diperlukan
BAB IX
Penutup
    Perencanaan merupakan langkah awal dalam penyelenggaraan kegiatan ini, kerjasama yang baik dari semua pihak dalam implementasinya merupakan kunci utama suatu keberhasilan. Akhirnya dengan penuh rasa syukur, kami menutup laporan pertanggungjawaban kegiatan ini.
Selanjutnya, kami ucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang turut terlibat dalam kesuksesan kegiatan  tersebut. Semoga dengan adanya kegiatan ini, dapat memberikan manfaat yang nyata.


1 komentar:

ramdhani mengatakan...

Mohon izin copy artikelnya, semoga ilmunya bermanfaat dan berkah, terima kasih

Posting Komentar

Movies

Movies Post

Diberdayakan oleh Blogger.

Sports

Music

Business

Games

Video

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Kategori

Movies

News

Latest News

Recent Post