Rss

Kamis, 10 November 2016

prinsip-prinsip manajemen perubahan

BAB I
PENDAHULUAN
Latar Belakang
Hal yang ingin dilakukan oleh setiap manusia adalah Perubahan. Bukan perubahan yang bagaimana, tetapi perubahan yang dimaksudkan yaitu perubahan yang awalnya tidak baik menjadi yang lebih baik. Jika ada seseorang yang tidak ingin berubah, maka perubahan itu sendiri yang akan memaksa orang tersebut untuk berubah, karena perubahan dapat terjadi sewaktu-waktu. Oleh sebabnya kita harus siap dengan segala bentuk perubahan yang akan terjadi.
Sejak seseorang berada dalam rahim ibunya sampai orang tersebut meninggal dunia, perubahan terus terjadi. Hal serupa terjadi dalam sebuah organisasi. Organisasi yang dijalankan oleh manusia juga terus mengalami perubahan. Baik pada organisasi skala kecil maupun dalam organisasi skala besar, perubahan selalu terjadi. Perubahan tersebut terjadi karena yang menjalankan organisasi adalah manusia, dan manusia terus berubah.
Seperti  Firman Allah dalam Al-Quran Surah Ar-Ra’ad ayat 11:

( (((( (((( (( ((((((((( ((( (((((((( (((((( (((((((((((( ((( (((((((((((((
Artinya:  Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum, jika bukan  kaum itu sendiri yang berusaha mengubahnya.

Dari potongan ayat tersebut jelaslah bahwa Perubahan tidak akan terjadi jika orang itu sendiri tidak berusaha untuk merubah keadaannya atau nasibnya, dan perubahan tidak akan terlaksana jika seseorang tidak memahami permasalahan apa yang dihadapinya.
Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas, maka rumusan masalahnya sebagai berikut:
Bagaimana prinsip-prinsip Manajemen Perubahan?
Bagaimana penerapan prinsip manajemen perubahan terhadap suatu organisasi ?
Tujuan penulisan
Dari rumusan masalah di atas, maka tujuan penulisannya sebagai berikut:
Untuk mengetahui Prinsip-prinsip Manajemen Perubahan.
Untuk mengetahui penerapan prinsip manajemen perubahan terhadap suatu organisasi.











BAB II
PEMBAHASAN
Prinsip-prinsip Manajemen Perubahan
Menurut Ardana, Mujiati, dan Sriathi, Manajemen perubahan berarti mengantisipasi, menanggapi dan mengambil inisiatif untuk memastikan agar perubahan dan proses-proses perubahan dapat berlangsung dengan cara yang mendukung kesepakatan dan keberhasilan pencapaian sasaran. Manajemen perubahan adalah upaya yang dilakukan untuk mengelola akibat-akibat yang ditimbulkan karena terjadinya perubahan dalam organisasi.
Prinsip adalah sesuatu yang dijadikan sebagai pedoman oleh setiap individu atau kelompok dalam bertindak  untuk mewujudkan tujuan. Berikut akan dijelaskan  Prinsip-prinsip manajemen perubahan.
Kejelasan Tujuan
Adanya kejelasan tujuan atau hasil yang ingin dicapai dari proses perubahan. Maksudnya, setiap anggota dalam sebuah Instansi atau Organisasi harus mengetahui dengan jelas kemana tujuan organisasinya akan mengarah dan bagaimana hasilnya.
Kesadaran akan proses
Kesadaran bahwa perubahan merupakan proses menuju kondisi yang lebih baik.
Setiap perubahan pasti membutuhkan waktu/proses, prosesnya bisa cepat dan bisa juga lambat. Semakin lambat proses itu maka semakin banyak pula waktu yang terlewatkan. Olehnya itu, didalam prinsip ini juga memerlukan kesabaran.


Membangun kepercayaan
Model positif dari seluruh pimpinan adalah sebuah keharusan untuk membangun kepercayaan.
Dimulai dari tingkatan paling atas
Perubahan tidak akan berhasil tanpa adanya keterlibatan pimpinan tertinggi. Komitmen dan partisipasi aktif dari pimpinan tertinggi adalah sebuah keharusan untuk mencapai tujuan perubahan.
Peran pemimpin sangat diperlukan dalam suatu organisasi atau perusahaan dalam proses perubahan. House, dkk mendefenisikan kepemimpinan sebagai kemampuan dari seorang individu untuk mempengaruhi, memotivasi kontribusinya guna mencapai keefektifan dan kesuksesan organisasi.
Dalam mewujudkan tujuan perubahan diperlukan pemimpin yang baik, Menurut santa clara Univercity dan Tom Peters Group, ciri-ciri pemimpin yang baik disajikan berikut:
Honest atau tulus, tunjukkan ketulusan, integritas, dan kejujuran dalam semua tindakan pribadi sebagai pimpinan.
Competent atau kompeten. Dasr tindakan pimpinan adalah alasan dan prinsip-prinsip moral. Jangan membuat keputusan berdasarkan keingina kekanak-kanakan atau perasaan emosional.
Forward-looking atau memandang kedepan. Tetapkan tujuan dan milikilah visi masa depan.
Inspiring atau menginspirasi. Tunjukkan kepercayaan dalam segala hal yang dilakukan.
Intelligent atau cerdas. Membaca, belajar, dan mencari tugas yang menantang merupakan ciri khas.
Fair-minded atau bersikap adil. Tunjukkan perlakuan yang adil bagi semua orang.
Broad-minded atau berwawasan luas. Jadilah pemimpin yang berfikir komprehensif, menerima keragaman, dan tidak menggunakan kacamata kuda dalam berfikir dan bertindak.
Courageous atau berani. tampilkan kegigihan untuk mencapai tujuan dengan tanpa hambatan, karena semua dapat diatasi.
Straightforward atau cekatan. gunakan panilaian untuk membuat keputusan yang baik dari pada  waktu yang tepat.
Imaginative atau imajinatif. bertindaklah tepat waktu dan sesuai dengan perubahan rencana dan metode yang ada dalam pemikiran.
Besarnya partisipasi
Perubahan membutuhkan partisipasi aktif dari seluruh komponen yang terlibat dalam proses perubahan.
Seperti Firman Allah dalam QS. Al-Maidah ayat 2:
( (((( (((((((((((( ((((( (((((((( ((((((((((((((( ( ((((((((((( (((( ( (((( (((( ((((((( (((((((((((
Artinya; “Tolong –menolonglah kamu dalam (mengerjakan) Kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan permusuhan. Bertakwalah kepada Allah, sungguh, Allah sangat berat sisksa-Nya”.

Dalam Al-Quran pun diperintahkan untuk selalu tolong-menolong, dan dalam hal ini sealu berpartisipasi agar semua masalah dapat terselesaikan dengan mudah. Ayat ini pun sangat diperlukan dalam perubahan organisasi agar kerjasama dan partisipasi tetap terjaga.
Tumbuhnya rasa memiliki
Menumbuhkan rasa kepemilikan dapat mendorong terjadinya perubahan dan mempertahankan momentum perubahan tetap terpelihara.
Ketersediaan Sumber daya
Untuk melakukan perubahan dibutuhkan investasi sumber daya yang besar, baik dana, personil, waktu serta sarana dan prasarana.
Keteraturan
Salah satu kunci keberhasilan dalam pelaksanaan perubahan adalah adanya keteraturan atau atau kesetiaan pada rencana yang terstruktur.
Keberlanjutan komunikasi
Memberikan informasi berulang kali, melalui jalur media yang berbeda-beda dan dengan tingkat kedalaman yang semakin meningkat untuk membangun pengetahuan, pemahaman, keterampilan dan keyakinan dalam rangka membangun kepemilikan bersama proses perubahan.
Suatu keterampilan utama yang diharapkan dari seorang manajer ialah kemampuan untuk berkomunikasi secara efektif melalui perkataan yang benar dan jujur seperti yang dijelaskan dalam Al-Qur’an Surah An-Nisaa ayat 9:

Artinya: Dan hendaklah takut (kepada Allah) orang-orang yang sekiranya mereka meninggalkan keturunan yang lemah dibelakang mereka, yang mereka khawatirkan terhadap kesejahteraannya. Oleh sebab itu, hendaklah mereka bertaqwa kepada Allah dan hendaklah mereka berbicara dengan tutur kata yang benar.

Keterampilan untuk memberlakukan kebijaksanaan, mengusahakan supaya intruksi-intruksinya dapat dipahami dengan jelas dan menyempurnakan pelaksanaan kerja tergantung dari komunikasi yang efektif. manajer yang tidak dapat berkomunikasi dengan bawahannya tentang pekerjaan-pekerjaan yang perlu dilaksanakan tidak akan berhasil menyuruh bawahannya untuk mengerjakannya. Sebaliknya, apabila bawahan tidak dapat berkomunikasi secara bebas dengan manajernya, maka informasi yang dibutuhkan untuk melaksanakan pekerjaan secara sukses itu tidak akan ada.
Komunikasi merupakan cara untuk memudahkan manajemen; akan tetapi bukan merupakan kegiatan yang berdiri sendiri dan menjadi bagian yang pokok dari segala sesuatu yang dikerjakan oleh manajer.  Ada yang mengatakan bahwa dua-pertiga waktu manajer terpakai untuk berkomunikasi. Memebrikan informasi penuh kepada rekan-rekan sekerjanya untuk mendapatkan saling pengertian merupakan hal-hal penting sekali.
Penerapan Prinsip Manajemen Perubahan
Setelah mengetahui bagaimana prinsip manajemen perubahan, kita juga harus mengetahui Penerapannya khususnya dalam bidang Organisasi. Olehnya itu akan dibahas bagaimana penerapannya.
Kejelasan Tujuan
Sebelum melakukan perubahan di dalam organisasi seharusnya seorang pemimpin yang baik harus memahami seperti apa tujuan yang akan dicapai apakah tujuan tersebut sesuai dengan prinsip yang akan diterapkan.
Kesadaran akan proses
Dalam suatu manajemen perubahan kesadaran akan proses sangat menentukan keberhasilan yang akan di capai dalam sebuah organisasi, karena setiap pihak yang ada dalam suatu organisasi harus menyadari seberapa penting proses perubahan yang akan berlangsung.
Membangun kepercayaan
Dengan adanya kepercayaan yang dibangun oleh setiap pimpinan organisasi kepada bawahan maka kerjasama yang dilakukan khususnya dalam proses perubahan, akan terselesaikan dengan baik, karena adanya kepercayaan yang dibangun oleh setiap pihak organisasi, maka wewenang dan tanggung jawab akan meningkat. Atasan harus percaya kepada kinerja bawahan dan sebaliknya, bawahan juga harus percaya terhadap apa yang diperintahkan atau yang dikatakan atasan.
Dimulai dari tingkatan paling atas
Perubahan organisasi yang baik harus dimulai dari pemimpin yang baik pula karena suatu perubahan membutuhkan pemimpin yang bertanggung jawab yang dapat memberikan wewenang kepada setiap karyawan dan perubahan yang bermula dari pimpinan selanjutnya dilakukan oleh karyawan kemudian diterapkan kepada organisasi jadi intinya untuk melakukan suatu perubahan yang baik dimulai dari pemimpin atau atasan kemudian bawahan atau karyawan dan selanjutnya organisasi. Seperti yang terdapat dalam Al-Qur’an Surah Ali-Imran: 139

Artinya : “Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman”.

Maksud dari ayat tersebut, pemimpin tidak boleh bersikap rendah diri, ia harus meyakinkan dirinya bahwa dialah yang berhak mengambil keputusan melalui musyawarah.
Partisipasi yang besar
Perubahan organisasi yang dilakukan pemimpin harus melibatkan semua pihak-pihak yang ada di dalam suatu organisasi yaitu para karyawan tentunya membutuhkan partisipasi yang besar agar suatu perubahan akan berjalan secara efektif
Tumbuhnya rasa memiliki
Dalam suatu organisasi jika menginginkan perubahan yang baik maka setiap karyawan harus memiliki kesadaran agar tumbuhnya rasa memiliki dari setiap pribadi, karena hal tersebut dapat menjadikan karyawan merasa tidak egois, semena-mena terhadap setiap instrumen yang membantu berjalannya suatu perubahan di dalam organisasi


Ketersediaan Sumber daya
Dalam melakukan suatu perubahan maka perlu adanya ketersediaan sumber daya yang sangat penting dalam suatu organisasi, demi melancarkan kegiatan perubahan agar berjalan secara efektif dan efisien.
Keteraturan
Dalam melakukan suatu perubahan semua kegiatan yang dilakukan harus mempunyai keteraturan baik dari segi kedisiplinan para  karyawan, tersedianya SDM, sarana prasarana dan strukur organisasi yang teratur akan membantu proses terjadinya perubahan dengan baik.
Keberlanjutan komunikasi.
Suatu perubahan dalam organisasi sangat dibutuhkan informasi dari para karyawan dan pihak-pihak yang berkepentingan, namun informasi hanya didapatkan dengan adanya keberlanjutan komunikasi yang bisa membantu berjalannya suatu perubahan.

















BAB III
PENUTUP
Simpulan
Pedoman atau prinsip yang harus dilakukan oleh setiap Organisasi dalam melakukan Perubahan yakni; (1) Kejelasan Tujuan yaitu setiap tujuan harus jelas arahnya mau kemana. (2) Kesadaran akan proses. Kita harus tahu bahwa setiap perubahan yang akan dilakukan perlu proses. (3) Membangun kepercayaan. Setiap komponen dalam organisasi perlu memiliki kepercayaan, baik kepercayaan atasan kebawahan, maupun sebaliknya. (4) Dimulai dari tingkatan paling atas, Maksudnya dalam melakukan perubahan, pimpinan  perlu berpartisipasi aktif agar tujuan dapat tercapai. (5) perlu Partisipasi yang besar dalam organisasi bagi seluruh komponen organisasi. (6) Tumbuhnya rasa memiliki. (7) Ketersediaan Sumber daya, adalah komponen utama dalam perubahan karena perubahan itu sendiri tidak akan terjadi apabila sumber daya tidak tersedi. (8)  keteraturan, setiap perubahan membutuhkan aturan yang terencana. (9) Keberlanjutan komunikasi. Komunikasi juga merupakan suksesnya suatu perubahan karena dalam melakukan perubahan perlu melaporkan apapun yang terjadi kepada atasan. Dan apabila prinsip-prinsip itu diterapkan maka akan menghasilkan perubahan yang berkualitas.
Saran
Dalam suatu organisasi perlu mengimplementasikan prinsip-prinsip Manajemen Perubahan dalam melakukan suatu perubahan agar Tujuan yang diinginkan dapat tercapai secara efektif dan efisien.




DAFTAR PUSTAKA
Al-Quran dan terjemahan
Darmawati, Arum. Mengelola suatu perubahan dalam organisasi, Vol.3. No. 1.
PermenPAN dan Reformasi birokrasi No.10 Tahun 2011, Pedoman Pelaksanaan  Program Manajemen Perubahan.
Prihatini Tri k, Sarah Indah Wardani, Pengaruh Keterlibatan kerja dan Komitmen organisasi terhadap Manajemen prubahan, Vol.16. No.39.
Sembiring, Jafar. Manajemen Perubahan rangkuman teori dan aplikasi, Vol.9.         No.1.
Sudarwan, Danim. Kepemimpinan Pendidikan: Cet.I.  Alfabeta, Bandung: 2010
Terry, George R. Prinsip-prinsip Manajemen: Cet.XII.  PT.bumi aksara,                              Jakarta:2013

0 komentar:

Posting Komentar

Movies

Movies Post

Diberdayakan oleh Blogger.

Sports

Music

Business

Games

Video

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Kategori

Movies

News

Latest News

Recent Post