BAB I
PENDAHULUAN
LATAR BELAKANG
Sebuah studi
tentang masa lalu memberikan kontribusi terhadap pemahaman sekarang, sekaligus
masa depan. Ini merupakan cara untuk belajar dari kesalahan orang lain,
sehingga kita tidak mengulanginya (seperti yang dialami Cementos Mexicanos
untuk menghadapi persaingan yang ketat, mereka mengeluarkan garansi waktu
pengiriman dan hasilnya terlihat buruk akibat bisnis konstruksi menjadi semakin
kompleks dan kompetetif, sehingga penghentian dan pembatalan sering terjadi).
Juga merupakan cara untuk belajar dari keberhasilan orang lain sehingga kita
mengulanginya dalam situasi yang tepat dan belajar untuk memahami mengapa hal
ini terjadi sehingga dapat memperbaiki organisasi kita di masa depan. Sehingga
dalam tugas ini akan dibahas latar belakang sejarah yang menimbulkan pendekatan
baru untuk mengelola organisasi pembelajaran dan tempat kerja yang serba
canggih.
BAB II
PERMASALAHAN
Berikut permasalahan yang
dibahas dalam tugas kali ini yaitu, sebagai berikut:
Ø Jelaskan kekuatan-kekuatan
sejarah yang memengaruhi praktik manajemen!
Ø Bagaimana perkembangan
utama dalam sejarah pemikiran manajemen?
Ø Jelaskan komponen utama
perspektif manajemen klasik dan humanistic/kemanusiaan!
Ø Bagaimana penggunaan
perspektif ilmu sains dalam organisasi saat ini?
Ø Jelaskan konsep utama teori
sistem, pandangan kontinjensi, dan manajemen kualitas total!
Ø Jelaskan organisasi
pembelajaran dan perubahan dalam struktur, pemberdayaan, dan pembagian
informasi yang dilakukan oleh manajer untuk mendukungnya!
Ø Bagaimana dengan tempat
kerja yang didorong teknologi (termasuk di dalamnya e-business, intranet, ekstranet, dan e-commerce) dan peranan “perencanaan sumber daya perusahaan” (enterprise resource planning), serta “sistem
manajemen pengetahuan” (knowledge management system)?
BAB III
PEMBAHASAN
KEKUATAN-KEKUATAN YANG
MEMENGARUHI PRAKTIK
MANAJEMEN DAN ORGANISASI
Berikut kekuatan-kekuatan sejarah yang
memengaruhi organisasi dan praktik manajemen.
1)
Kekuatan sosial (social forces) mengacu
pada aspek –aspek budaya yang menuntun dan memengaruhi hubungan
antarorang (nilai, kebutuhan, dan standar perilaku mereka). Kekuatan yang
sangat signifikan saat ini adalah perubahan sikap, ide, dan nilai antara
karyawan Generasi X dan Generasi Y. Para karyawan generasi X, yaitu mereka yang
saat ini berumur 20-an dan 30-an, memiliki pengaruh yang louar biasa terhadap
tempat kerja selama dekade terakhir, dan Generasi Y yang menjanjikan pengaruh
jauh lebih besar. orang yang lahir di antara tahun 1980 dan 1995, saat ini
merupakan 26 persen dari total populasi, dan mereka yang lebih tua telah
memasuki angkatan kerja. Pekerja muda ini, pemuda ini merupakan generasi paling
berpendidikan, tumbuh besar dengan kesadaran teknologi dan kesadaran global.
Beberapa tren yang dipicu oleh pekerja Generasi X dan Generasi Y mengubah
bentuk kontrak sosial secara penuh. Akhirnya, muncul fokus terhadap
keseimbangan kerja/hidup yang semakin berkembang, yang tercermin pada tren
seperti telekomuting, waktu fleksibel, pekerjaan bersama, dan cuti besar yang
didukung organisasi.
2)
Kekuatan politik (political forces)
merupakan pengaruh institusi politik dan
hukum terhadap orang dan organisasi. Kekuatan politik mencakup asumsi dasar
dari sistem politik, seperti keinginan untuk melakukan pemerintahan sendiri,
hak milik, kontrak, definisi keadilan, dan penentuan bersalah atau tidak
terhadap kejahatan. Menyebarnya
kapitalisme ke
seluruh dunia telah mengubah secara dramatis kondisi lingkungan bisnis.
Dominasi sitem pasar bebas dan meningkatnya ketergantungan antarnegara di dunia
menuntut organisasi dan manajer untuk beroperasi dengan cara serta pola pikir
yang berbeda dan baru.
3)
Kekuatan ekonomi (economic forces) merupakan
kekuatan yang memengaruhi
ketersediaan produksi dan distribusi sumber daya di dalam masyarakat, diantara
para pengguna yang saling bersaing. Pemerintah, unit militer, gereja, sekolah,
dan organisasi bisnis di dalam setiap masyarakat memerlukan sumber daya untuk
mencapai tujuan mereka dan kekuatan ekonomi memengaruhi sumber daya yang
langka.
PERKEMBANGAN UTAMA DALAM SEJARAH PEMIKIRAN
MANAJEMEN
Ø Perspektif Klasik
Perspektif
klasik (classical perspective) adalah suatu perspektif manajemen yang muncul
sejak abad ke-19 1dan awal abad ke-20, yang menekankan pendekatan rasional dan
ilmiah terhadap studi manajemen dan berupaya untuk membuat organisasi mampu
mengoperasikan mesin-mesin secara efisien. Perspektif ini terdiri dari tiga
subbagian/komponen, masing-masing dengan pendekatan yang sedikit berbeda:
manajemen ilmiah, organisasi birokrasi, dan prinsip administrasi.
1. Manjemen ilmiah (scientific
management) adalah subbagian dari perspektif manajemen klasik yang menekankan
pada perubahan dalam praktik manajemen ditentukan secara ilmiah sebagai solusi
untuk meningkatkan produktivitas buruh. Berikut karakteristik manajemen ilmiah.
Pendekatan Umum:
Mengembangkan
metode standar untuk melakukan satu pekerjaan. Memilih karyawan dengan
kemampuan yang tepat untuk satu
pekerjaan.
Melatih pekerja sesuai dengan metode standar.
Mendukung
pekerja dengan merencanakan pekerjaan mereka dan mengurangi interupsi.
Menyediakan
intensif gaji bagi para pekerja untuk hasil produksi yang meningkat.
Konstribusi:
Menunjukkan pentingnya kompensasi terhadap
kinerja.
Memulai studi yang saksam tentang tugas dan pekerjaan.
Menunjukkan pentingnya seleksi dan pelatihan
bagi personel.
Kritik:
Tidak menghargai konteks
sosial bekerja dan kebutuhan pekerja yang lebih tinggi.
Tidak mengakui adanya keberagaman setiap orang.
Cenderung untuk menganggap
pekerja sebagai kelompok yang seragam dan mengabaikan ide serta saran mereka.
2. Organisasi birokrasi
(bureaucratic organization) adalah subbagian dari pespektif manajemen klasik
yang menekankan manajemen pada dasar nonpersonal dan rasional melalui
elemen-elemen seperti otoritas dan tanggung jawab yang didefinisikan secara
jela, pencatatan secara formal, dan pemisahan antara manajemen dengan
kepemilika. Berikut karakteristik birokrasi menurut Weber.
Elemen birokrasi:
a. Buruh dibagi sesuai dengan
definisi otoritas dan tanggung jawab jelas yang dilegitimasikan sebagai
kewajiban resmi.
b. Posisi disorganisasikan
dalam hierarki otoritas, dan masing-masing berada di bawah yang lebih tinggi.
c. Seluruh personel diseleksi
dan dipromosikan berdasar kualifikasi teknis, yang dinilai melalui pemeriksaan
(ujian) atau menurut latihan dan pengalaman.
d. Tindakan dan keputusan
administratif dicatat secara tertulis. Pencatatan akan membantu ingatan
organisasi dan kelanjutan pada waktu mendatang.
e. Manajemen terpisah dari kepemilikan organisasi.
f. Manajer mematuhi aturan dan
prosedur yang akan memastikan perilaku yang dapat diandalkan dan diprediksikan.
Aturan bersifat nonpribadi dan berlaku secara seragam bagi seluruh karyawan.
3. Prinsip administrasi
(administrative principle) adalah subbagian dari pespektif manajemen klasik
yang berfokus pada organisasi secara
keseluruhan,
dan bukan pada pekerja dan individu, sehingga mengurangi fungsi manajemen,
yaitu perencanaan, pengorganisasian, komando, pengoordinasian, dan
pengendalian.
Ø Perspektif Kemanusiaan
Perspektif
kemanusiaan adalah perspektif manajemen yang muncul pada akhir abad ke-19 yang
menekankan pemahaman terhadap kebiasaan, kebutuhan, dan perilaku orang di
tempat kerja.
1) Gerakan hubungan manusia
(human relations movement) adalah gerakan dalam pemikiran dan praktik manajemen
yang menekankan kepuasan dan kebutuhan dasar para karyawan sebagai kunci
meningkatnya produktivitas pekerja.
2) Perspektif sumber daya
manusia (human resources perpective) adalah perspektif manajemen yang
menyatakan bahwa pekerja seharusnya dirancang untuk memenuhi kebutuhan yang
lebih tinggi dengan memperolehkan para pekerja untuk menggunakan potensinya
secara penuh.
3) Pendekatan ilmu perilaku
(behavioral sciences approach) adalah subbagian perspektif manajemen
kemanusiaan yang menerapkan ilmu sosial di dalam konteks organisasi, yang
diambil dari ekonomi, psikologi, sosiologi dan disiplin ilmu lainnya.
Ø Perspektif Sains Manajemen
Perspektif sains manajemen (management sciences perspective) adalah
perspektif manajemen yang muncul setelah Perang Dunia II dan menerapkan
matematika, statistik, serta teknik kuantitatif lain untuk masalah-masalah
manajerial. Selama Perang Dunia II, sekelompok ahli matematika, fisika, dan
ilmuwan lainnya dibentuk untuk menyelesaikan permasalahan militer. Karena
masalah yang sering timbul menyangkut pemindahan material dan orang dalam
jumlah yang sangat besar, cepat dan efisien, maka teknik ini dapat diterapkan
untuk perusahaan dalam skala besar.
Teknologi informasi (information technology-IT) adalah subbagian
perspektif sains manajemen terbaru, yang sering kali tercermin pada sistem
informasi manajemen. Sistem ini dirancang untuk menyediakan informasi yang
relevan kepada para manajer secara tepat waktu dan efisien biaya.
Kebanyakan organisasi saat ini memiliki dapartemen spesialis teknologi
informasi untuk membantu penerapan teknik sains manajemen terhadap masalah
organisasi yang rumit. Spesialis IT membantu Turner Indistries, sebuah
perusahaan kontruksi berskala besar, mengembangkan sistem yang menggabungkan
estimasi proyek dan sistem kontrol dengan peranti lunak perencanaan dan
penjadwalan yang secara otomatis dapat menghitung biaya sebuah proyek hingga
biaya sebuah paku serta kemudian melacak biaya dan kemajuan konstruksi setiap
harinya.
TREN SEJARAH BARU
Ada tiga tren terbaru yang berasal dari
perspektif kemanusiaan yaitu, sebagai berikut.
Ø Teori Sistem
Sistem
(system) adalah kumpulan bagian-bagian yang saling terkait, berfungsi secara
bersama untuk mencapai tujuan yang sama. Teori sistem (sustems theory) ialah
perluasan perspektif kemanusiaan yang menjelaskan organisasi sebagai sistem
terbuka dengan karakter entropi, sinergi, dan ketergantungan antar-subsistem.
Beberapa ide dalam teori sistem memiliki pengaruh yang sangat penting terhadap pemikiran
manajemen. Di antaranya adalah sistem terbuka dan tertutup, entropi sinergi,
dan ketergantungan antar-subsistem.
Sistem
terbuka (open system) ialah sistem yang berinteraksi dengan lingkungan
eksternal. Sedangkan sistem tertutup (closed system) ialah
sistem yang tidak
berinteraksi dengan lingkungan eksternal. Dalam perspektif klasik dan sains
manajemen, organisasi sering kali dianggap sebagai sitem tertutup. Dalam
perspektif sains manajemen, organisasi asumsi sistem tertutup yaitu tidak adanya
gangguan eksternal terkadang digunakan untuk menyederhanakan persoalan analisis
kuantitatif. Namun, dalam kenyataannya semua organisasi merupakan sistem
terbuka dan biaya karena mengabaikan lingkungan adalah kegagalan.
Entropi
(entropy) merupakan kecenderungan sebuah sistem untuk menurun dan mati. Jika
sistem tidak menerima masukan dan energi segar dari lingkungan, maka pada
akhirnya akan berhenti selamanya. Organisasi harus memantau lingkungan mereka,
menyesuaikan terhadap perubahan dan secara terus menerus membawa masukan baru
agar dapat bertahan dan berkembang.
Sinergi
(synergy) berarti hasil keseluruhan lebih besar daripada jumlah masing-masing
bagian. Ketika sebuah organisasi dibentuk, sesuatu yang baru muncul di dunia.
Manajemen, koordinasi, dan produksi yang belum ada sebelumnya sekarang telah
muncul. Unit organisasi yang bekerja bersama-sama dapat mencapai lebih banyak
daripada sendirian.
Subsistem
(subsystem) adalah bagian dari sistem yang bergantung satu sama lain. Perubahan
dalam satu bagian organisasi memengaruhi bagian yang lain. Manajer yang
memahami ketergantungan subsistem enggan untuk membuat perubahan yang tidak
memperhitungkan pengaruh subsistem terhadap organisasi secara keseluruhan.
|
|
|
Ø Pandangan Kontinjensi
Pandangan
kontijensi (contigency view) merupakan perluasan perspektif kemanusiaan di mana
penyelesaian persoalan organisasi yang berhasil dianggap bergantung pada identifikasi
manajer atas variabel kunci mengenai situasi yang dihadapi.
Ø Manajemen Kualitas Total
Manajemen
kualitas total (total quality management- TMQ) merupakan sebuah konsep yang
memfokuskan pada pengelolaan organisasi secara keseluruhan untuk memberikan
kualitas kepada pelanggan. Ada empat elemen penting manajemen kualitas total
yaitu keterlibatan karyawan, fokus kepada pelanggan, penentuan acuan, dan
perbaikan terus-menerus.
ARAH PEMIKIRAN MANAJEMEN
TERKINI
Organisasi
melakukan eksperimen dengan cara baru manajemen yang akan lebih mampu
memberikan respon terhadap permintaan lingkungan dan pelanggan saat ini. Dua
arah pemikiran manajemen terkini adalah pergeseran menuju organisasi pembelajar
dan manajemen tempat kerja yang didorong teknologi.
Ø Organisasi Pembelajaran
Organisasi
pembelajar (learning organization) dapat didefinisikan sebagai sebuah
organisasi di mana setiap orang terlibat dalam proses pengidentifikasian dan
penyelesaian masalah, sehingga memungkinkan organisasi untuk melakukan
eksperimen, melakukan perbaikan, dan meningkatkan kemampuannya secara
terus-menerus.
Ø Struktur Berbasis Tim
Struktur
berbasis tim (team-based structure). Sebuah nilaai penting dalam organisasi
pembelajar adalah kolaborasi dan komunikasi yang melewati batasan departemen
dan hierarki. Tim denagan pengarahan mandiri merupakan blok pembangun stuktur
paling dasar. Tim ini terdiri atas karyawan dengan keterampilan berbeda yang
berbagi tugas dan merotasi pekerjaan untuk mempoduksi seluruh produk dan jasa.
Ø Pemberdayaan Karyawan
Pemberdayaan
karyawan (employee empowerment). Pemberdayaan berarti melepaskan kekuasaan dan
kreavitas karyawan dengan memberikan mereka kebebasan, sumber daya, informasi,
dan keterampilan untuk membuat keputusan secara efektif. Dalam organisasi
pembelajar, orang merupakan sumber utama kekuatan manajer, dan bukanlah biaya
yang harus diminimalkan. Perusahaan yang menggunakan perspektif ini meyakini
upaya untuk memperlakukan karyawan secara baik dengan memberikan gaji yang
kompetetif, kondisi kerja yang baik, serta peluang untuk pengembangan pribadi
dan profesional. Selain itu, perusahaan juga menciptakan rasa ikut memiliki
karyawan dengan pembagian kenaikan produktivitas dan keuntungan.
Ø Informasi Terbuka
Informasi
terbuka (open information). Sebuah organisasi pembelajar dipenuhi dengan
informasi. Untuk mengidentifikasi kebutuhan dan menyelesaikan masalah, orang
perlu menyadari apa yang sedang terjadi. Mereka harus memahami organisasi
secara keseluruhan dan bagian-bagian di dalamnya. Data formal mengenai
anggaran, laba, dan beban departemen tersedia untuk setiap orang.
MANAJEMEN TEMPAT KERJA YANG
DIDORONG TEKNOLOGI
Perubahan
menjadi organisasi pembelajar berjalan seiring dengan transisi terbaru menuju
tempat kerja yang didorong teknologi. Organisasi saat ini tidak dapat
dijalankan dan dikendalikan dengan cara yang sama seperti organisasi dijalankan
dan dikendalikan dengan cara yang sama seperti organisasi dijalankan pada saat
100 tahun lalu, atau mungkin hanya 20 tahun yang lalu.
Organisasi
semakin terlibat dalam jaringan elektronik. Dunia e-business berkembang pesat
karena semakin banyak bisnis terjadi melalui proses digital lewat jaringan
komputer, bukan di tempat fisik. E-business
merupakan pekerjaan yang dilakukan oleh sebuah organisasi dengan menggunakan
sambungan elektronik (termasuk internet) dengan para pelanggan, mitra, pemasok,
karyawan, atau pihak lainnya. Sebagai contoh, organisasi yang menggunakan
internet atau sambungan elektronik lainnya untuk berkomunikasi dengan karyawan
atau pelanggan terhubung dalam e-business. Sebuah perusahaan dapat membuat intranet, sistem komunikasi internal
yang menggunakan teknologi dan standar
internet, namun hanya dapat diakses oleh orang-orang di dalam perusahaan.
Intranet terlihat dan beroperasi mirip seperti sebuah situs Web, namun terputus
dari publik dengan menggunakan program peranti lunak yang disebut firewall.
Beberapa perusahaan memperluas fungsi sistem komunikasi dengan ekstranet, yang memberikan akses kepada
pemasok, mitra, pelanggan utama, dan pihak lain di luar organisasi.
E-commerce adalah istilah lebih sempit yang mengacu secara
khusus pada pertukaran bisnis atau
transaksi yang terjadi secara elektronik. E-commerce mengganti atau
meningkatkan pertukaran uang dan produk dengan data dan informasi dari satu
komputer ke komputer lain. Tiga jenis e-commerce yaitu bisnis ke konsumen
(business to consumer), bisnis ke
Teknologi
elektronik baru juga membentuk organisasi itu sendiri dan bagaimana sebuah
organisasi dikelola. Teknologi memberikan arstitektur yang mendukung dan
menekankan lingkungan kerja baru. Sebagai contoh, sebuah pendekatan terhadap
manajemen informasi adalah sistem
perencanaan sumber daya perusahaan (enterprise resource planning- ERP), yang menyatukan seluruh fungsi bisnis utama dari
sebuah perusahaan, seperti pemrosesan pesanan, desain produk, pembelian,
persediaan, manufaktur, distribusi, sumber daya manusia, penerimaan pembayaran,
dan peramalan terhadap permintaan di masaa depan. Karena sistem perencanaan
sumber daya perusahaan menyatukan seluruh sistem perusahaan secara bersama,
manajer di bagian mana saja organisasi dapat melihat gambaran besarnya dan
bertindak dengan cepat berdasarkan informasi yang sangat akurat. Dengan sistem
perencanaan sumber daya perusahaan dapat mendukung upaya manajemen untuk
mengembangkan dan memanfaatkan pengetahuan organisasi.
Peter Drucker menggunakan istilah ‘pekerjaan
dengan pengetahuan’
(knowledge work) lebih dari
40 tahun yang lalu, namun baru beberapa tahun terakhir ini saja para manajer
secara jujur mengakui bahwa pengetahuan merupakan sumber daya organisasi
penting yang harus dikelola sebagaimana halnya mereka mengelolah arus kas atau
bahan mentah. Manajemen pengetahuan
(knowledge management) merupakan upaya sistematis untuk menemukan,
mengorganisasikan, serta menyediakan modal intelektual perusahaan dan
mengembangkan suatu budaya berupa pembelajaran terus-menerus serta pembagian
pengetahuan sehingga aktivitas perusahaan dapat membangun apa yang diketahui selama
ini.
BAB IV
PENUTUP
KESIMPULAN
Tiga perspektif
utama manajemen yang telah berubah semenjak akhir tahun 1800-an adalah
perspektif klasik, perspektif kemanusiaan, dan perspektif sains manajemen.
Masing-masing perspektif memiliki beberapa subbagian khusus. Perluasan
perspektif manajemen terbaru mencakup teori sistem, pandangan kontinjensi, dan
manajemen kualitas total. Banyak manajer merancang ulang perusahaannya untuk
menjadi organisasi pembelajar yang secara penuh melibatkan karyawan dalam menyelesaikan
masalah. Perubahan menjadi organisasi pembelajar berjalan seiring dengan
transisi saat ini menuju tempat kerja yang didorong teknologi.
DAFTAR
PUSTAKA
Daft, Richard L. 2002. Management.
Jakarta: Salemba Empat.
0 komentar:
Posting Komentar