Rss

Senin, 24 Oktober 2016

Fondasi Sejarah Manajemen



 BAB I
 PENDAHULUAN

LATAR BELAKANG

Sebuah studi tentang masa lalu memberikan kontribusi terhadap pemahaman sekarang, sekaligus masa depan. Ini merupakan cara untuk belajar dari kesalahan orang lain, sehingga kita tidak mengulanginya (seperti yang dialami Cementos Mexicanos untuk menghadapi persaingan yang ketat, mereka mengeluarkan garansi waktu pengiriman dan hasilnya terlihat buruk akibat bisnis konstruksi menjadi semakin kompleks dan kompetetif, sehingga penghentian dan pembatalan sering terjadi). Juga merupakan cara untuk belajar dari keberhasilan orang lain sehingga kita mengulanginya dalam situasi yang tepat dan belajar untuk memahami mengapa hal ini terjadi sehingga dapat memperbaiki organisasi kita di masa depan. Sehingga dalam tugas ini akan dibahas latar belakang sejarah yang menimbulkan pendekatan baru untuk mengelola organisasi pembelajaran dan tempat kerja yang serba canggih.





 BAB II
 PERMASALAHAN

Berikut permasalahan yang dibahas dalam tugas kali ini yaitu, sebagai berikut:

Ø  Jelaskan kekuatan-kekuatan sejarah yang memengaruhi praktik manajemen!

Ø  Bagaimana perkembangan utama dalam sejarah pemikiran manajemen?

Ø  Jelaskan komponen utama perspektif manajemen klasik dan humanistic/kemanusiaan!

Ø  Bagaimana penggunaan perspektif ilmu sains dalam organisasi saat ini?

Ø  Jelaskan konsep utama teori sistem, pandangan kontinjensi, dan manajemen kualitas total!

Ø  Jelaskan organisasi pembelajaran dan perubahan dalam struktur, pemberdayaan, dan pembagian informasi yang dilakukan oleh manajer untuk mendukungnya!

Ø  Bagaimana dengan tempat kerja yang didorong teknologi (termasuk di dalamnya e-business, intranet, ekstranet, dan e-commerce) dan peranan “perencanaan sumber daya perusahaan” (enterprise resource planning), serta “sistem manajemen pengetahuan” (knowledge management system)?





 BAB III
 PEMBAHASAN

KEKUATAN-KEKUATAN YANG MEMENGARUHI PRAKTIK

MANAJEMEN DAN ORGANISASI

Berikut kekuatan-kekuatan sejarah yang memengaruhi organisasi dan praktik manajemen.

1)    Kekuatan sosial (social forces) mengacu pada aspek –aspek budaya yang menuntun dan memengaruhi hubungan antarorang (nilai, kebutuhan, dan standar perilaku mereka). Kekuatan yang sangat signifikan saat ini adalah perubahan sikap, ide, dan nilai antara karyawan Generasi X dan Generasi Y. Para karyawan generasi X, yaitu mereka yang saat ini berumur 20-an dan 30-an, memiliki pengaruh yang louar biasa terhadap tempat kerja selama dekade terakhir, dan Generasi Y yang menjanjikan pengaruh jauh lebih besar. orang yang lahir di antara tahun 1980 dan 1995, saat ini merupakan 26 persen dari total populasi, dan mereka yang lebih tua telah memasuki angkatan kerja. Pekerja muda ini, pemuda ini merupakan generasi paling berpendidikan, tumbuh besar dengan kesadaran teknologi dan kesadaran global. Beberapa tren yang dipicu oleh pekerja Generasi X dan Generasi Y mengubah bentuk kontrak sosial secara penuh. Akhirnya, muncul fokus terhadap keseimbangan kerja/hidup yang semakin berkembang, yang tercermin pada tren seperti telekomuting, waktu fleksibel, pekerjaan bersama, dan cuti besar yang didukung organisasi.

2)    Kekuatan politik (political forces) merupakan pengaruh institusi politik dan hukum terhadap orang dan organisasi. Kekuatan politik mencakup asumsi dasar dari sistem politik, seperti keinginan untuk melakukan pemerintahan sendiri, hak milik, kontrak, definisi keadilan, dan penentuan bersalah atau tidak terhadap kejahatan. Menyebarnya






kapitalisme ke seluruh dunia telah mengubah secara dramatis kondisi lingkungan bisnis. Dominasi sitem pasar bebas dan meningkatnya ketergantungan antarnegara di dunia menuntut organisasi dan manajer untuk beroperasi dengan cara serta pola pikir yang berbeda dan baru.

3)    Kekuatan ekonomi (economic forces) merupakan kekuatan yang memengaruhi ketersediaan produksi dan distribusi sumber daya di dalam masyarakat, diantara para pengguna yang saling bersaing. Pemerintah, unit militer, gereja, sekolah, dan organisasi bisnis di dalam setiap masyarakat memerlukan sumber daya untuk mencapai tujuan mereka dan kekuatan ekonomi memengaruhi sumber daya yang langka.



PERKEMBANGAN        UTAMA         DALAM          SEJARAH         PEMIKIRAN

MANAJEMEN





Ø Perspektif Klasik
Perspektif klasik (classical perspective) adalah suatu perspektif manajemen yang muncul sejak abad ke-19 1dan awal abad ke-20, yang menekankan pendekatan rasional dan ilmiah terhadap studi manajemen dan berupaya untuk membuat organisasi mampu mengoperasikan mesin-mesin secara efisien. Perspektif ini terdiri dari tiga subbagian/komponen, masing-masing dengan pendekatan yang sedikit berbeda: manajemen ilmiah, organisasi birokrasi, dan prinsip administrasi.

1.   Manjemen ilmiah (scientific management) adalah subbagian dari perspektif manajemen klasik yang menekankan pada perubahan dalam praktik manajemen ditentukan secara ilmiah sebagai solusi untuk meningkatkan produktivitas buruh. Berikut karakteristik manajemen ilmiah.

Pendekatan Umum:

Mengembangkan metode standar untuk melakukan satu pekerjaan. Memilih karyawan dengan kemampuan yang tepat untuk satu

pekerjaan.

Melatih pekerja sesuai dengan metode standar.

Mendukung pekerja dengan merencanakan pekerjaan mereka dan mengurangi interupsi.

Menyediakan intensif gaji bagi para pekerja untuk hasil produksi yang meningkat.

Konstribusi:

Menunjukkan pentingnya kompensasi terhadap kinerja.

Memulai studi yang saksam tentang tugas dan pekerjaan.

Menunjukkan pentingnya seleksi dan pelatihan bagi personel.






Kritik:

Tidak menghargai konteks sosial bekerja dan kebutuhan pekerja yang lebih tinggi.

Tidak mengakui adanya keberagaman setiap orang.

Cenderung untuk menganggap pekerja sebagai kelompok yang seragam dan mengabaikan ide serta saran mereka.

2.  Organisasi birokrasi (bureaucratic organization) adalah subbagian dari pespektif manajemen klasik yang menekankan manajemen pada dasar nonpersonal dan rasional melalui elemen-elemen seperti otoritas dan tanggung jawab yang didefinisikan secara jela, pencatatan secara formal, dan pemisahan antara manajemen dengan kepemilika. Berikut karakteristik birokrasi menurut Weber.

Elemen birokrasi:

a.  Buruh dibagi sesuai dengan definisi otoritas dan tanggung jawab jelas yang dilegitimasikan sebagai kewajiban resmi.

b.  Posisi disorganisasikan dalam hierarki otoritas, dan masing-masing berada di bawah yang lebih tinggi.

c.   Seluruh personel diseleksi dan dipromosikan berdasar kualifikasi teknis, yang dinilai melalui pemeriksaan (ujian) atau menurut latihan dan pengalaman.

d.  Tindakan dan keputusan administratif dicatat secara tertulis. Pencatatan akan membantu ingatan organisasi dan kelanjutan pada waktu mendatang.

e.  Manajemen terpisah dari kepemilikan organisasi.

f.    Manajer mematuhi aturan dan prosedur yang akan memastikan perilaku yang dapat diandalkan dan diprediksikan. Aturan bersifat nonpribadi dan berlaku secara seragam bagi seluruh karyawan.

3.  Prinsip administrasi (administrative principle) adalah subbagian dari pespektif manajemen klasik yang berfokus pada organisasi secara






keseluruhan, dan bukan pada pekerja dan individu, sehingga mengurangi fungsi manajemen, yaitu perencanaan, pengorganisasian, komando, pengoordinasian, dan pengendalian.
Ø Perspektif Kemanusiaan
Perspektif kemanusiaan adalah perspektif manajemen yang muncul pada akhir abad ke-19 yang menekankan pemahaman terhadap kebiasaan, kebutuhan, dan perilaku orang di tempat kerja.

1)  Gerakan hubungan manusia (human relations movement) adalah gerakan dalam pemikiran dan praktik manajemen yang menekankan kepuasan dan kebutuhan dasar para karyawan sebagai kunci meningkatnya produktivitas pekerja.

2)  Perspektif sumber daya manusia (human resources perpective) adalah perspektif manajemen yang menyatakan bahwa pekerja seharusnya dirancang untuk memenuhi kebutuhan yang lebih tinggi dengan memperolehkan para pekerja untuk menggunakan potensinya secara penuh.

3)  Pendekatan ilmu perilaku (behavioral sciences approach) adalah subbagian perspektif manajemen kemanusiaan yang menerapkan ilmu sosial di dalam konteks organisasi, yang diambil dari ekonomi, psikologi, sosiologi dan disiplin ilmu lainnya.
Ø Perspektif Sains Manajemen

Perspektif sains manajemen (management sciences perspective) adalah perspektif manajemen yang muncul setelah Perang Dunia II dan menerapkan matematika, statistik, serta teknik kuantitatif lain untuk masalah-masalah manajerial. Selama Perang Dunia II, sekelompok ahli matematika, fisika, dan ilmuwan lainnya dibentuk untuk menyelesaikan permasalahan militer. Karena masalah yang sering timbul menyangkut pemindahan material dan orang dalam jumlah yang sangat besar, cepat dan efisien, maka teknik ini dapat diterapkan untuk perusahaan dalam skala besar.






Teknologi informasi (information technology-IT) adalah subbagian perspektif sains manajemen terbaru, yang sering kali tercermin pada sistem informasi manajemen. Sistem ini dirancang untuk menyediakan informasi yang relevan kepada para manajer secara tepat waktu dan efisien biaya.

Kebanyakan organisasi saat ini memiliki dapartemen spesialis teknologi informasi untuk membantu penerapan teknik sains manajemen terhadap masalah organisasi yang rumit. Spesialis IT membantu Turner Indistries, sebuah perusahaan kontruksi berskala besar, mengembangkan sistem yang menggabungkan estimasi proyek dan sistem kontrol dengan peranti lunak perencanaan dan penjadwalan yang secara otomatis dapat menghitung biaya sebuah proyek hingga biaya sebuah paku serta kemudian melacak biaya dan kemajuan konstruksi setiap harinya.



TREN SEJARAH BARU

Ada tiga tren terbaru yang berasal dari perspektif kemanusiaan yaitu, sebagai berikut.

Ø Teori Sistem
Sistem (system) adalah kumpulan bagian-bagian yang saling terkait, berfungsi secara bersama untuk mencapai tujuan yang sama. Teori sistem (sustems theory) ialah perluasan perspektif kemanusiaan yang menjelaskan organisasi sebagai sistem terbuka dengan karakter entropi, sinergi, dan ketergantungan antar-subsistem. Beberapa ide dalam teori sistem memiliki pengaruh yang sangat penting terhadap pemikiran manajemen. Di antaranya adalah sistem terbuka dan tertutup, entropi sinergi, dan ketergantungan antar-subsistem.

Sistem terbuka (open system) ialah sistem yang berinteraksi dengan lingkungan eksternal. Sedangkan sistem tertutup (closed system) ialah






sistem yang tidak berinteraksi dengan lingkungan eksternal. Dalam perspektif klasik dan sains manajemen, organisasi sering kali dianggap sebagai sitem tertutup. Dalam perspektif sains manajemen, organisasi asumsi sistem tertutup yaitu tidak adanya gangguan eksternal terkadang digunakan untuk menyederhanakan persoalan analisis kuantitatif. Namun, dalam kenyataannya semua organisasi merupakan sistem terbuka dan biaya karena mengabaikan lingkungan adalah kegagalan.

Entropi (entropy) merupakan kecenderungan sebuah sistem untuk menurun dan mati. Jika sistem tidak menerima masukan dan energi segar dari lingkungan, maka pada akhirnya akan berhenti selamanya. Organisasi harus memantau lingkungan mereka, menyesuaikan terhadap perubahan dan secara terus menerus membawa masukan baru agar dapat bertahan dan berkembang.

Sinergi (synergy) berarti hasil keseluruhan lebih besar daripada jumlah masing-masing bagian. Ketika sebuah organisasi dibentuk, sesuatu yang baru muncul di dunia. Manajemen, koordinasi, dan produksi yang belum ada sebelumnya sekarang telah muncul. Unit organisasi yang bekerja bersama-sama dapat mencapai lebih banyak daripada sendirian.

Subsistem (subsystem) adalah bagian dari sistem yang bergantung satu sama lain. Perubahan dalam satu bagian organisasi memengaruhi bagian yang lain. Manajer yang memahami ketergantungan subsistem enggan untuk membuat perubahan yang tidak memperhitungkan pengaruh subsistem terhadap organisasi secara keseluruhan.




Ø Pandangan Kontinjensi
Pandangan kontijensi (contigency view) merupakan perluasan perspektif kemanusiaan di mana penyelesaian persoalan organisasi yang berhasil dianggap bergantung pada identifikasi manajer atas variabel kunci mengenai situasi yang dihadapi.




Ø Manajemen Kualitas Total
Manajemen kualitas total (total quality management- TMQ) merupakan sebuah konsep yang memfokuskan pada pengelolaan organisasi secara keseluruhan untuk memberikan kualitas kepada pelanggan. Ada empat elemen penting manajemen kualitas total yaitu keterlibatan karyawan, fokus kepada pelanggan, penentuan acuan, dan perbaikan terus-menerus.



ARAH PEMIKIRAN MANAJEMEN TERKINI

Organisasi melakukan eksperimen dengan cara baru manajemen yang akan lebih mampu memberikan respon terhadap permintaan lingkungan dan pelanggan saat ini. Dua arah pemikiran manajemen terkini adalah pergeseran menuju organisasi pembelajar dan manajemen tempat kerja yang didorong teknologi.

Ø Organisasi Pembelajaran
Organisasi pembelajar (learning organization) dapat didefinisikan sebagai sebuah organisasi di mana setiap orang terlibat dalam proses pengidentifikasian dan penyelesaian masalah, sehingga memungkinkan organisasi untuk melakukan eksperimen, melakukan perbaikan, dan meningkatkan kemampuannya secara terus-menerus.
Ø Struktur Berbasis Tim

Struktur berbasis tim (team-based structure). Sebuah nilaai penting dalam organisasi pembelajar adalah kolaborasi dan komunikasi yang melewati batasan departemen dan hierarki. Tim denagan pengarahan mandiri merupakan blok pembangun stuktur paling dasar. Tim ini terdiri atas karyawan dengan keterampilan berbeda yang berbagi tugas dan merotasi pekerjaan untuk mempoduksi seluruh produk dan jasa.





Ø Pemberdayaan Karyawan
Pemberdayaan karyawan (employee empowerment). Pemberdayaan berarti melepaskan kekuasaan dan kreavitas karyawan dengan memberikan mereka kebebasan, sumber daya, informasi, dan keterampilan untuk membuat keputusan secara efektif. Dalam organisasi pembelajar, orang merupakan sumber utama kekuatan manajer, dan bukanlah biaya yang harus diminimalkan. Perusahaan yang menggunakan perspektif ini meyakini upaya untuk memperlakukan karyawan secara baik dengan memberikan gaji yang kompetetif, kondisi kerja yang baik, serta peluang untuk pengembangan pribadi dan profesional. Selain itu, perusahaan juga menciptakan rasa ikut memiliki karyawan dengan pembagian kenaikan produktivitas dan keuntungan.
Ø Informasi Terbuka

Informasi terbuka (open information). Sebuah organisasi pembelajar dipenuhi dengan informasi. Untuk mengidentifikasi kebutuhan dan menyelesaikan masalah, orang perlu menyadari apa yang sedang terjadi. Mereka harus memahami organisasi secara keseluruhan dan bagian-bagian di dalamnya. Data formal mengenai anggaran, laba, dan beban departemen tersedia untuk setiap orang.








MANAJEMEN TEMPAT KERJA YANG DIDORONG TEKNOLOGI

Perubahan menjadi organisasi pembelajar berjalan seiring dengan transisi terbaru menuju tempat kerja yang didorong teknologi. Organisasi saat ini tidak dapat dijalankan dan dikendalikan dengan cara yang sama seperti organisasi dijalankan dan dikendalikan dengan cara yang sama seperti organisasi dijalankan pada saat 100 tahun lalu, atau mungkin hanya 20 tahun yang lalu.

Organisasi semakin terlibat dalam jaringan elektronik. Dunia e-business berkembang pesat karena semakin banyak bisnis terjadi melalui proses digital lewat jaringan komputer, bukan di tempat fisik. E-business merupakan pekerjaan yang dilakukan oleh sebuah organisasi dengan menggunakan sambungan elektronik (termasuk internet) dengan para pelanggan, mitra, pemasok, karyawan, atau pihak lainnya. Sebagai contoh, organisasi yang menggunakan internet atau sambungan elektronik lainnya untuk berkomunikasi dengan karyawan atau pelanggan terhubung dalam e-business. Sebuah perusahaan dapat membuat intranet, sistem komunikasi internal yang menggunakan teknologi dan standar internet, namun hanya dapat diakses oleh orang-orang di dalam perusahaan. Intranet terlihat dan beroperasi mirip seperti sebuah situs Web, namun terputus dari publik dengan menggunakan program peranti lunak yang disebut firewall. Beberapa perusahaan memperluas fungsi sistem komunikasi dengan ekstranet, yang memberikan akses kepada pemasok, mitra, pelanggan utama, dan pihak lain di luar organisasi.

E-commerce adalah istilah lebih sempit yang mengacu secara khusus pada pertukaran bisnis atau transaksi yang terjadi secara elektronik. E-commerce mengganti atau meningkatkan pertukaran uang dan produk dengan data dan informasi dari satu komputer ke komputer lain. Tiga jenis e-commerce yaitu bisnis ke konsumen (business to consumer), bisnis ke

Teknologi elektronik baru juga membentuk organisasi itu sendiri dan bagaimana sebuah organisasi dikelola. Teknologi memberikan arstitektur yang mendukung dan menekankan lingkungan kerja baru. Sebagai contoh, sebuah pendekatan terhadap manajemen informasi adalah sistem perencanaan sumber daya perusahaan (enterprise resource planning- ERP), yang menyatukan seluruh fungsi bisnis utama dari sebuah perusahaan, seperti pemrosesan pesanan, desain produk, pembelian, persediaan, manufaktur, distribusi, sumber daya manusia, penerimaan pembayaran, dan peramalan terhadap permintaan di masaa depan. Karena sistem perencanaan sumber daya perusahaan menyatukan seluruh sistem perusahaan secara bersama, manajer di bagian mana saja organisasi dapat melihat gambaran besarnya dan bertindak dengan cepat berdasarkan informasi yang sangat akurat. Dengan sistem perencanaan sumber daya perusahaan dapat mendukung upaya manajemen untuk mengembangkan dan memanfaatkan pengetahuan organisasi.

Peter Drucker menggunakan istilah ‘pekerjaan dengan pengetahuan’

(knowledge work) lebih dari 40 tahun yang lalu, namun baru beberapa tahun terakhir ini saja para manajer secara jujur mengakui bahwa pengetahuan merupakan sumber daya organisasi penting yang harus dikelola sebagaimana halnya mereka mengelolah arus kas atau bahan mentah. Manajemen pengetahuan (knowledge management) merupakan upaya sistematis untuk menemukan, mengorganisasikan, serta menyediakan modal intelektual perusahaan dan mengembangkan suatu budaya berupa pembelajaran terus-menerus serta pembagian pengetahuan sehingga aktivitas perusahaan dapat membangun apa yang diketahui selama ini.





 BAB IV
 PENUTUP

KESIMPULAN

Tiga perspektif utama manajemen yang telah berubah semenjak akhir tahun 1800-an adalah perspektif klasik, perspektif kemanusiaan, dan perspektif sains manajemen. Masing-masing perspektif memiliki beberapa subbagian khusus. Perluasan perspektif manajemen terbaru mencakup teori sistem, pandangan kontinjensi, dan manajemen kualitas total. Banyak manajer merancang ulang perusahaannya untuk menjadi organisasi pembelajar yang secara penuh melibatkan karyawan dalam menyelesaikan masalah. Perubahan menjadi organisasi pembelajar berjalan seiring dengan transisi saat ini menuju tempat kerja yang didorong teknologi.





 DAFTAR PUSTAKA


Daft, Richard L. 2002. Management. Jakarta: Salemba Empat.

0 komentar:

Posting Komentar

Movies

Movies Post

Diberdayakan oleh Blogger.

Sports

Music

Business

Games

Video

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Kategori

Movies

News

Latest News

Recent Post